Epilog Takdir by Meisy Sirait.  Dengan sigap Jalal langsung menghindar dari tusukan belati itu, penjahat itu tidak mau menyerah, ia segera mengejar dan berteriak “Jaalaal”. Jalal langsung berlari ketempat Jodha yang terkapar pingsan untuk menolongnya. Tiba-tiba “croottt”bunyi pisau menusuk dipunggung penjahat itu, rupanya Moti yang datang dengan membawa pisau dapur ikut menolong Jalal dan Jodha.  “Moti!Cepat bawa Jodha keluar?biar aku yang mengurus penjahat ini”,”Baik mister”.

Jalal segera membuka topeng penjahat itu,ternyata dia adalah Syarifudin yang sekali lagi lolos dari penjara.Jalal langsung menampar keras Syarifudin”syaariifuudiin!!!kenapa kau ulangi perbuatanmu ini!!!”,”karena aku ingin membuat keluargamu menderita,Jalal!!!”,Jalal langsung menendang Syarifudin dengan kakinya hingga Syarifudin tercampak jauh. Jalal segera menelepon polisi agar Syarifudin segera diamankan.

Jodha akhirnya bangun dari pingsannya,Moti segera mengambil air putih dan menyuruh Jodha agar meminumnya,Jodha menurut,setelah minum Jodha bertanya pada Moti sambil menangis”Apakah Jalal baik-baik saja Moti?”,”tenang Jodha aku sudah membunuhnya tadi”,”apakah itu benar?”,”tentu,tenang saja,tadi tidak sengaja pada saat itu aku membawa pisau dapur aku ingin mengajakmu masak,tapi tiba-tiba ada suara laki-laki yang aneh berteriak memanggil nama mister.Untung saja pada saat itu pintu kalian terbuka sedikit,jadi aku mengintip,kulihat ada laki-laki bertopeng ingin membunuh Jalal,karena penjahat itu ingin menyerang mister Jalal aku langsung masuk dan menusukkan pisau dapur itu kepunggungnya.Kalau aku memang salah maafkan aku Jodha karena telah mengintip”,”untuk apa kau minta maaf moti?seharusnya memang seperti itu.Terimakasih banyak Moti kau memang orang yang baik”.Jodha memeluk haru Moti sambil membelai rambutnya.

lomba  epilog takdirPolisi datang dan langsung mengamankan sekeliling rumah Jalal,Jalal turun dari tangga dan menarik tangan Jodha lembut untuk mengajaknya pergi kerumah Hamida agar lebih aman,Jodha juga menyuruh Moti untuk segera bersiap-siap.Mereka langsung melaju kencang meninggalkan Polisi yang mengamankan tubuh Syarifudin yang sudah pucat dan mati.

Jodha,Jalal,beserta pembantunya menginap sebentar dirumah Hamida.Waktu begitu cepat berlalu,dan pada suatu hari pada saat Jodha sedang memasak bersama Hamida dan Moti,tiba-tiba jodha mengerang kesakitan,rupanya ketubannya sudah pecah.Hamida dan Moti segera membopong Jodha agar masuk kedalam mobil.Diperjalanan Hamida menelepon Jalal yang berada dikantornya”Jalal cepat datang kerumah sakit Delhi Sejahtera!Jodha akan bersalin dan jangan lupa bawa keperluannya juga!!!”,”Baik bu,aku akan segera kesana!”.Jalal segera membawa mobilnya dengan kecepatan maksimal.Akhirnya Hamida beserta Moti sampai kerumah sakit disusul dengan Jalal yang sudah membawa perlengkapan bersalin Jodha.

Jodha segera dimasukkan keruangan khusus bersalin,Jalal ikut,hanya Jalal yang diperbolehkan masuk keruangan persalinan.”Jodha,kau harus kuat sayang,aku akan selalu ada disampingmu”ucap Jalal sambil mencium kening Jodha yang sudah dicuri air keringat.

Persalinanpun berlangsung,Jodha berteriak sekuat tenaga.Jalal yang mendengar teriakan Jodha sungguh sangat sedih.”oekk,oeek”rupanya bayi yang didambakan Jalal sudah keluar tetapi Jodha pingsan duluan sebelum melihat buah hatinya yang lahir.Setelah dibersihkan,Jalal diperbolehkan menggendong buah hatinya.Jalal terharu melihat anak laki-lakinya sudah datang kedunia,tak lama kemudian Jodha tersadar”Jalal”ucap Jodha lirih,”ada apa sayang?lihatlah,anak kita telah lahir.”Jalal segera memberikan buah hatinya kepada Jodha,Jodha sangat bahagia sekali.

Selang beberapa hari,akhirnya Jodha diperbolehkan pulang,keluarga besar Jodha sangat senang dengan kehadiran anggota baru dikeluarga mereka.Menawati yang mendengar itu sangat bahagia sampai air matanya jatuh melewati pipinya yang mulai keriput.

Hari berganti bulan,bulan berganti tahun,kini anak Jalal dan Jodha yang mereka sepakati dinamakan Salim sudah tumbuh besar,banyak pencobaan yang datang tapi mereka dapat meyelesaikannya.Terkadang takdir memang tidak adil,tetapi karena sebuah kesadaran saja,takdir dapat menunduk.Seperti halnya Jalal dan Jodha,karena mereka sadar bahwa mereka saling membutuhkan dan saling mencintai,takdirpun turut ikut serta dalam kisah cinta mereka.