Epilog Takdir by Siska Hanfas. Untung saja dengan sigap jalal masih mampu menahan belati syarifudin meski,tangannya harus berdarah dan menahan perih. Syarifudin justru menendang jalal dg kakinya hingga jalal terjatuh, dan ini dimanfaatkan syarifudin untuk membawa jodha pergi. Namun dengan segenap kekuatannya,jalal bangkit dan menghalangi syarifudin dan memukulnya cukup keras. Karena kaget, syarifudin tidak sengaja membanting jodha ke lantai dan membuat jalal marah dan mencekik syarifudin “dengar syarifudin!! Jjika terjadi sesuatu pada istriku,maka aku bersumpah untuk memenggal dengan perhiasan isteriku sendiri!” Ancam jalal penuh amarah.

Jalal pun menyabit syarifudin dengan belati tadi tepat di bagian dada dan membuat syarifudin mengerang, namun syarifudin masih sanggup berlari sejauh mungkin. Jalal berniat mengejarnya namun dia mengurungkannya karena mendengar teriakan moti yng terkejut melihat kamar yang berantakan ditambah darah dimana-mana dan… jodha yang sepertinnya mengalami pendarahan. Secepat kilat,jalal mendekati jodha ,sementara moti menelpon ambulance. Jalal memegang tangan jodha “kau bahkan selalu bertahan dengan berbagai cobaan selama ini,dan ini adalah cobaan kecil di hidupmmmu,,,,jadi aku percaya kalo kau pasti bisa bertahan”

Tak lama ambulance datang dan membawa jodha ke rumah sakit. Di rumah sakit semua berkumpul termasuk orang tua jodha. Suasana benar benar mencekam,hening,dan cemas. Tak lama seorang dokter berkacamata keluar dari ICU dengan wajah tegang. “dimana suami nona jodha?”tanya dokter itu
“saya dok..ada apa? Jodha baik baik saja kan?” uap jalal mendekat ke arah dokter itu.
“sekarang anda punya dua pilihan,anda ingin menyelamatkan anak anda atau istri anda, ini hanya untuk berjaga jaga..mohon kesediaannya”

lomba  epilog takdirJalal ternganga dengan ucapan dokter itu,ingin rasannya ia menampar dokter itu, bagaimana bisa seorang suami,membiarkan isterinnya mati, dan bagaimana bisa seorang calon ayah membiarkan sang calon anak tidak dapat melihat dunia padahal, anak itu tidak berdosa.
“selamatkan mereka dok”ucap hamida tak kuasa membendung air matannya bahkan ia sudah di topang motii karena hampir ambruk pingsan.
“kami sudah berusaha yang terbaik ..ini kertas persetujuan,mohon ditanda tangani” ucap dokter itu sambil memberi kertas.
Jalal menerima kertas itu da terdiam penuh kepiluan,sakiit sekali. Dengan lunglai jalal masuk ke ICU, dimana jodha dirawat intensif, sayangnya jalal tidak diperkenakan menyentuh jodha. Disana, jodha sedang merintih kesakitan sambil memegangi perut buncitnya. Suster yang berada disana terpaksa memegangi tangan jodha.
“pak,mohon segera disetujui kertas itu,kasihan nyonya jodha kesakitan”ucap seorang suster.
“jalal,suamiku…kumohon selamatkan saja anak kita, kumohon..aku benar benar iklash..bukankah kau sangat mengiginkan anak ini?” kata jodha sambil mengatur nafasnya.
Jalal hanya menangis. “jo..jo..jodha..”ucap jalal terbata bata karena menahan tangis. “bertahanlah” sambung jalal lalu keluar ruangan karena tak tega melihat kondisi istrinnya.

1 tahun kemudian
Seorang perempuan duduk di sebuah cafe di mall dengan pakaian berwarna hijau tosca, perempuan itu tersenyum ketika seorang laki laki datang bersama seorang bayi laki-laki yang mengemaskan.
“anakku sayang…kemarilah dengan ibu!”perempuan itu merebut anak itu dari gendongan sang ayah.
“aku belum puas bermain dengan ravi sayang”ucap sang ayah dengan mimik lucu.
Keluarga harmonis memang,benar benar sangat membuat iri. Jalal melihat keluarga itu sambil tersenyum sendiri,sayangnya justru jalal sangat miris mengetahui keluarga kecilnya kini tak bersamannya. Jalal masih ingat, saat jodha dan bayi laki lakinnya dibawa pergi ke hong kong untuk pengobatan dan perawatan disana, dan jalal sendiri tidak boleh ikut. Ketika jalal melihat keluar, ia m enangkap sosok yang membuat isterinnya menjadi begini, syarifudin. Dengan amarah yang membuncah,jalal mengikuti syarifudin hingga berada di sebuah jalan sepi dan disana jalal memukul syarifudin.
“dasar!! Kau telah membuatku jadi menderita!! Kau penjahat!! Aku akan memengalmu dengan perhiasan isteriku sesuai sumpahku dulu” jalal mengeluarkan kalung jodha dari kantongnya dan mencekik syarifudin dengan kalung itu. Tak lama syarifudin telah tergeletak tak bernyawa.  Jalal pun menelpon polisi dan membiarkan tubuh syarifudin tergeletak di jalan.

Jalal kembali ke mall tadi untuk mengambil tasnnya yang ketinggalan di kaffe tadi. Setelah mengambil jalal tak sengaja melihat mainan anak laki laki, ia langsung membelinnya. Jalal benar benar rindu dengan keluargannya. Proses pengobatan yang mengharuskan untuk tidak boleh berkomunikasi,membuat jalal dan jodha terpisah jarak dan waktu begitu lama.
“jalal..its you?”sapa seorang laki laki yang ramah.
“surya?? Ini kamu? Bagaimana kamu bisa..”ucap jalal tak percaya melihat surya.
“ya.. aku mengantar teman.. oh ya,,ada yang ingin bertemu denganmu”
“siapa?tumben…teman lama?’’tanya jalal
“tidak tahu.. lihat saja sendiri…oh ya selamat untuk kelahiran anakmu”ucap surya sambil mendorong jalal kesebuah restoran klasik di mall itu.
“dia yang mau bertemu denganmu”tunjuk surya pada seorang perempuan yang tengah menyuapi seorang bayi di kereta dorong.
Jalal mendekat ke arah wanita itu. Betapa terkejut,senang,terharu,rindu,kesal bercampur jadi satu saat jalal tahu bahwa gadis itu adalah JODHA DAN ANAKNYA.
“jodha?akhirnya aku bisa bertemu den ganmu..”ucap jalal sambil menatap jodha senang,namun jodha justru diam tanpa expresi sambil tetap menyuapi anaknya.
“anak ini namnannya Salim akbar”sahut jodha singkat tanpa ekspresi.
“oh ya?nama yang bagus sayang,,aku ingin mengendongnya boleh?”tanya jalal.
Jodha mendorong jalal yang ingin mengendong salim “tidak bolehh!!!!!” ucap jodha kesal.
“kenapa?ada apa denganmu?”tanya jalal bingung.
“kau baru bertemu denganku..tidak peluk dulu kek..cium dulu..huh…aku marahh… surya ayo antar aku pulang”kata jodha angkuh sementara jalal hanya bingung.

Keesokan harinya, Jalal dan jodha tidak tidur sekamar,karena jodha masih marah. Sementara surya sudah pergi. Jalal menuju meja makan,disana sudah ada roti panggang beserta minumannya ditambah bau harum dari dapur. Jalal pun kedapur dan disana jodha sedang memasak sup iga,yang adalah makanan kesukaan jalal saat masih kecil.
“sarapan sudah siap..ayoo sarapan..mumpung salim masih mau bersama moti”ucap jodha ketus sambil mematikan kompor.
Jalal langsung memeluk jodha rindu “maaf jika aku salah,tidak bisa melindungimu..aku hanya…” jalal mulai berkaca kaca.
“sstt..aku maluu..di hong kong aku pernah menyamar menjadi gadis model,,dan banyak laki laki yang menyukaiku”pamer jodha.
“iya..tapi kau tetap milikku..takdirku..hidupku..matiku..cintaku”ucap jalal mesra.
Jodha tersenyum. “kadang kita terjatuh tapi kita bisa bangkit lagi,,kita terpuruk dan bisa bangkit lagi..semua karena cinta dan takdir yang menentukan”ucap jodha puitis,
“i love you”kata jalal sambil mengandeng jodha masuk ke kamar mereka.
Sebuah takdir memang begitu misteri,tapi tergantung bagaimana kita menyikapinnya. Pahit,manis,asin,asem pokonya semua itu adalah warna dalam hidup.. destiny although pain but always beautiful.(