Sinopsis Gangaa episode 250 by Meysha Lestari. Gangaa memikirkan apa yang sudah terjadi hari ini. Maharaj ji kembali dari kamar janvi sambil berguman sendiri. Dia memberitahu gangaa kalau semua orang punya emosi sendiri. Janvi tidak suka ada gula dalam susunya. Gangaa ingat dia melihat Janvi di dapur tadi siang. Janvi memegang botol garam dan meminta gula dari Gangaa. Gangaa bertanya pada Maharj ji, “apa yang terjadi kalau seseorang meminum air campur garam?” Maharaj ji menjawab, “dia akan muntah. Jangan pernah melakkukan itu meski tanpa sengaja.”

Janvi duduk di kamarnya. Lampu di matikan. Gangaa duduk di sofa di sampingnya. Janvi berteriak dancepatc-epat menghidupkan lampu. Dia terkejut melihat Gangaa. Gangaa menyebut Janvi berhati buruk, “kau selalu ingin melakukan sesuatu san lain hal. Kau mengambil obat yang salah dan atau minum air campur garam.” Gangaa menunjukan obat yang benar yang dia beli untuk Janvi, “aku membawakan obat ini untukmu. Kau menyembunyikannya di rak buku. KAu tidak tahu kau bisa membuat serendah itu untuk permusuhan ini. Kau membahayakan hidupmu sendiri. AKu benar-benar mencemaskan mu. Aku pergi ke apotek untuk membelikamu obat dan memanggil dokter. Kau telah memainkan tipu muslihat yang kotor padaku. AKu ragu kalau kau sebenarnya sekolah huku. AKu pikir kau belajar hanya untuk menunjukan trik murahan pada orang lain.”

Janvi mengaku kalau dia telah berbohong di hadapan semua orang, “aku melakukan semua drama ini agar keluarga ini melemparmu keluar dari rumah ini.” Gangaa tersenyum mengejek, “ku pikir kau cerdas tapi ternyata kau gila. Sampai detik ini, kau tida menyadari betapa berakarnya aku di rumah ini. Kau lihat dengan matamu sendiri betapa tuan sangat mempercayaiku. Hubungan ini tak mudah untuk di hancurkan. Menyerahlah!…hentikan trik murahanmu. Tak ada untungnya. Tidurlah sekarang. Kau pasti lelah setelah muntah-muntah.” Gangaa lalu peri dari kamar itu. Janvi geram dan marah-marah sambil melempar semua barang-barangnya.

Janvi berjalan di koridor sambil berpikir, “bagaimana aku bisa tidur dengan tenang selama Gangaa ada di rumah ini?” Janvi mendengar percakapan Niru dan Mahdvi. Niru akan pergi ke Delhi selama beberapa hari. Mahdvi meminta Niru agar kembali sebelum Sagar pergi. Niru setuju dengan syarat, “jangan sembunyikan sesuatu dariku apapun yang terjadi di rumah ini.” Janvi senang mendengar kabar itu.

Nenek menolak minum obat yang di berikan Gangaa, “bagaiman kalau kau coba menyakitiku karena aku memarahimu sepanjang waktu?” Gangaa menyahut, “kau sudah melakuan itu sejak bertahun-tahun.” Nenek terkejut. Janvi merasa kalau dewa keberuntungan sedang berpihak padanya, “sekarang drama ini akan berlipat ganda. Bahkan tuannya Gangaa tidak akan datang untuk menolongnya kali ini. Bersiap-siaplah Gangaa! Kau tidak akan tinggal di rumah ini.

Janvi mendapat telpon dari temannya, Neeti. Neeti berharap kalau pasangan kekasih itu akan kembali ke london secepatnya karena sebentar lagi valentin. Janvi benar-benar lupa kalau besik valentin. Dia berohong pada Neeti denga mengatakan kalau Sagar telah merencanakan sebuah kejutan untuknya. Lalu dia menutup telponnya.

Janvi bertekad akan mengusir Gangaa dari rumah Chaturvedi, “aku akan memberinya hadiah sebelum dia pergi yang akan dia ingat sepanjang hidupnya! Bagaimana perasaannya jika dia melihat aku dan Sagar merayakan valentin? Dia harus menerima kenyataan bahwa Sagar hanya milikku seorang!”

Gangaa berpikir kalau dia selalu berpikir bahwa Sagar adalah miliknya seorang, karena itu dia menyimpan semua pemberiannya selam bertahun-tahun. Dengan sedih Gangaa menatap tumpukan hadiah itu, “setiap hari adalah hari yang spesial untuk para pencinta. Satu hari tidak akan bisa di sebut spesial bagi mereka yang saling mencinta. Setiap hari adalah hari valentine bagiku tapi aku selalu merasa sedih setiap kali seluruh dunia merayakannya. bagaimana aku berharap kau ada bersamaku hari itu! AKu menunggu begitu lama. AKu merayakannya sendirian sepanjang tahun sambil berpikir bahwa kau akan datang dan…” Gangaa teringat kata-kata menyakitkan yang di ucapkan Sagar bahwa dia hanya menganggap Gangaa sebagai teman baik. Gangaa memasukan semua hadiah itu kembali kedalam kopernya.

Gangaa berdiri di balkon di malam hari. Sagar mencium pundaknya dan memegang tanganya. Dia memeluknya dari belakang sambil berkata, “orang-orang yang tidak mengerti akan menyerah. Sagar hanya milikmu dan milikmu saja..” Gangaa memejamkan matanya saat Sagar membelai tangannya. Ganga mendorong Sagar dan mengingatkan dirinya kalau Sagar tidak mencintai dirinya, Sagar meletakkan jarinya di bibir gangaa, “seseorang hanya perlu membaca apa yag dikatakan mata dan di teriakanhati ketika mencinta…”

Malam itu, keingina Gangaa untuk merayakan valentin dan mendapatkan kembali Sagarnya menajdi kenyataan. Sagar menyakinkan Ganga kalau mereka berdua di takdirkan untuk bersama. Sagr berkata kalau dirinya tidak lengkap tanpa Gangaa, “…berikan semua dukamu padaku dan ambilah semua kebahagiaan dariku…” sagar lalau mencium kening gangaa sambil berkata, “I love you, Gangaa..” Sagar membungkuk untuk mencium Gangaa… Tiba-tiba nenek berteriak memanggil Gangaa. Gangaa tersadar kalau semua itu hanya lamunan.. SInopsis Gangaa episode 251 by Meysha Lestari