Sinopsis Gangaa episode 283 by Meysha Lestari. Gangaa terpanah melihat Niru memohon padanya. Kata Niru, “tolong kembalikan putraku. Dia hidupku. Kembalikan hidupku, anak ku. Ku mohon, kasihanilah aku!” Gangaa terhenyak mendengar permintaannya dan teringat bagaimana Niru bicara tentang mengasihani dirinya beberapa hari yang lalu, dan kini dia yang memintabelas kasihan darinya.

Gangaa menyahut dengan hati pedih, “tuan mengasihani aku dengan membawa anak yatim ini kerumahmu. Hari ini, gadis yang sama akan merasa kasihan padamu. Simpan Sagarmu bersamamu. Jika tuan bisa membawanya kemari, maka lakukanlah. Aku tidak akan menghentikanmu.” Niru tertegun mendengarnya. Dia melihat Sagar berdiri di pintu. Gangaa menoleh menatap Sagar.

Gangaa berkata pada Sagar, “ku harap kau mengerti mengapa aku mengatakan itu. Apakah kau memahami kesedihanku? Apakah kau mengerti penghinaan yang ku tanggung?” Sagar tidak menbalas perkataan Gangaa, dia duduk di samping Niru. Niru berkata, “kau meninggalkan aku dan semuanya.” Sagar menggeleng, “maafkan aku papa. Aku telah membuat kesalahan besar dengan meninggalkanmu demi gadis seperi Gangaa. Maafkan aku!” Gangaa terkejut mendengar kata-kata Sagar. Sagar berkata mulai sekarang dia akan bersama ayahnya. Madhvi memeluknya dnegan haru. Nenek terlihat bahagia dan lega. Gangaa keluar dari kamar itu dengan wajah bingung. Dia tidak bermaksud melakukan itu, tapi Sagar telah salah paham. Raghav Ji dan Maharaj melihat Gangaa pergi.

Sambil melangkah, Gangaa teringat kata-kata Sagar. Maharaj ji menyusulnya dan bertanya, “apa yang kau lakukan? Kau membakar mimpimu dengan tanganmu sendiri?” Gangaa menolak, “Sagar mengatakan itu begitu saja. Seperi yang ku katakan saat aku matah dan terluka. Sagar memahami diriku dengan baik. Dia memahami segalanya. Mengapa tidak? Dia mengenalku sejak kecil. Dia akan mengerti apa arti di balik kata-kata ku! Tuan juga pernah bilang kalau dia mengasihani aku.”

Sagar menyela, “apakah ini balas dendam yang kau lakukan untuk ayahku?” Gangaa menatap Sagar. Maharaj Ji pergi dari sana, tak mau ikut campur dalam pertengkaran sepasang kekasih itu. Sagar bertanya lagi, “apakah kau ingin balas dendam pada ibuku, nenek dan semua orang? Nenek selalu mengejekmu. Orang tuaku tidak bisa mengambil alih posisi ayahmu. Lalu apa artiku bagimu? Barang gadaian? Kau mempergunakan aku untuk membalaskan dendammu kan? Kau benar. AKu tidak pernah bisa memahamimu sampai hari ini, tapi aku mengerti segalanya hari ini.”

Sagar melangkah turun ke lantai bawah. Gangaa mengikutinya dan meminta dia mendengarkan dirinya dulu, “yang sebenarnya adalag kau tidak pernag memahami aku, tidak juga hari ini. Aku akan balas dendam pada orang-orang ini? Orang-orang yang sangat kucintai?” Gangaa coba menyentuh tangan Sagar. Tapi Saga menepisnya, “apakah kau mengerti apa artinya cinta? Kau tak tahu apa itu cinta. CInta tidak memandang siapapun. Cinta adalah api yang tidak bisa di padamkan. Aku mencintaimu, tapi kau?”

Kata Sagar, “aku meninggalkan semua orang demi dirimu. Tapi kau malah menipuku. Kau menyerahkan aku sebagai sedekah tanpa bertanya padaku!” Gangaa coba membeli penjelasan pada Sagar, tapi Sagar sudah sangat marah. Sagar berkata, “buka matamu! Menutup mata tidak akan merubah kebenaran! Katakan itu padaku! Katakan ini semua adalah  palsu. Aku memainkan permainan denganmu. Kau bodoh karena tidak melihat kebenaranku. Kau menari mengikuti iramaku sejak kecil. Kau melakukan hal yang sama hari ini. Sagar Chaturvedi adalah orang yang bodoh! Dia jatuhdan terpedaya dalam drama vermilion.”

Sinopsis Gangaa episode 283 bag 2 by Meysha Lestari.Gangaa minta Sagar menghentikan kata-katanya, “cukup! Ini kebenaran terbesar dalam hidupku. Berahun-tahun aku hidup dengan cinta ini. Kau salah! permainan ini telah di mulai di hari aku datang kerumah ini. Aku selalu melakukan apapun yang kau inginkan. Aku selalu merasa sakit ketika kau terluka. Airmatamu selalu mengalir dari mataku. Vermilion ini hanyalah alasan. Sebenarnya adalah, aku telah menerimamu sebagai milikku sejak kecil. namamu terulis dalam setiap detak jantungku. Takdir telah memainkan diriku, karena itu kau mengatakan hal itu hari ini.”

Sagar menuyela, “mengapa tidak mengatakannya? Kau yang mengajari aku tentang cinta. Hari ini kau mengajariku bagaimana caranya menyakiti seseorang. Mengapa kau lakukan ini padaku?” Gangaa berkata dengan menyesal, “aku pikir kau sangat mencintaiku. Dulu kau tak pernah mengerti aku, begitu pula sekarang. Aku menghormati diriku sendiri!”

Sagar mengangguk, “bagaimana aku bisa lupa? Hal ini sangat terkenal di Banaras. Semua orang membicarakan ini. Sepanjang hidupnya Ganga di pukuli oleh bibi SUdha, mendengar kemarahan nenek, tapi dia mengorbankan cintanya demi harga diri. kau memangs angat hebat, Gangaa. AKu mengatakan yang sebenarnya. Kehormatan adalah segalanya bagimu. Aku tidak ada artinya. Kau telah mengatakan pilihanmu dengan jelas hari ini. Kau melakukan hal yang benar. Aku bisa melihat dirimu dengan jelas. Kau menyebut aku egois, tapi sebenarnya kau sendiri yang egois! Kau menyerahkan hidupmu demi kekeraskepalaanmu, kesombonganmu! Kau pikir kau menyelamatkan kehormatan dirimu dengan melakukan itu? Mungkin benar, tapi kau telah kehilangan Sagar selamanya.” Gangaa terkejut dia hendak menyentuh Sagar, tapi Sagar menepis tanganya, “jangan sentuh aku!” Sagar meninggalkan Gangaa. Gangaa mengejarnya.

Prabha dan Ratan bertemu Pulkit dan Supriya di luar. Mereka bertanya tentang keadaan Niru. Supriya dan Pulkit terkejut mengetahui kalau Niru sedang tidak sehat. Ratan memberitahu Pulkit kalau Niru menderita serangan jantung ringan. Pulkit dengah cemas bergegas masuk kedalam untuk menemui ayahnya. Prabha berbisik di telinga Ratan, “aku harap anak-anak ini tidak kembali dekat dengan ayah mereka karena dia sakit. Kalau tidak rencana kita bisa berantakan.” Ratan mengangguk. Keduanya lalau melangkah masuk.

Madhvi dan nenek membicarakan kondisi Niru. Pulkit datang. DIa coba bertanya tentang keadaan Niru pada madhvi. Tapi Madhvi menghentikannya, “mengapa kau kesini?” Pulkit berkata, “apakah ayah sakit?” Madhvi balik bertanya, “papa apa? kautidak berpikir tentang dia ketika kau menyakitinya dan membagi rumah menjadi 2. Apa yang dia lakukan padamu? Dia hanya mencemaskan kalian. Setiap ayah ingin anak-anaknya mempunyai kehidupam yanh stabil. Kalian menghina dia. Mengatakan hal yang tidak-tidak padanya dan membuat rumah di bagi 2. Apakah kau tidak berpikir apa yang akan di laluinya?” nenek meminta Madhvi agar membiarkan saja semuanya untuk saat ini, “aku tidak akan memaafkan anak-anak ini atas apa yang mereka lakukan. Tapi mereka boleh menemui ayahnya.” Tapi Madhvi tidak terima, dia melarang Pulkit masuk kedalam.

Mahdvi segera menutup pintu kamar Niru dari luar, “aku tidak akan membiarkan anak-anakku menghina suamiku. Bagaimana jika terjadi sesuatu padanya? Bagaimana aku akan hidup? Katkaan padanya bahwa dia tidak bisa menemui Niru selamanya. Pergi dari sini! Orang tuamu tidak di sini lagi. Jangan menyebrangi garis yang telah kau buat! Orang tuamu sudah mati bagimu!”

Ratan menyuruh Pulkit agar peri dulu sekarang, “aku akan bicara pada kak Mahdvi dan kakak ipar.” Dengan sedih Pulkit pergi. Ratan bertanya pada Madhvi, “bagaimana ini bisa terjadi? Kupikir Gangaa yang telah menghasut Sagar dan melakukan drama ini.” Mahdvi menjadi sangat marah. Sinopsis Gangaa episode 284 by Meysha lestari.