Avantika datang dan berjalan ke arah Padmanand dan Moora dengan tatapan geram.  Moora balas menatap Avantika dengan penuh kemarahan. Melihat itu,  Padmanand meminta prajurit membawa Moora ke penjara.  Sepeninggal Moora, Avantika meminta semua pelayan untuk pergi. Kemudian dia menatap Nand dan bertanya “Apa yang kau lakukan, Nand? Kau..??”

Nand menyergap  marah “Beraninya kau! Aku adalah raja dan bukan Nand. Aku Padmanand dan seorang raja memiliki banyak sejarah ratu”
Avantika terhenyak,  “Aku sangat mencintaimu tapi kau…”  Nand tidak menyahut enteng, “Kau adalah Ratuku. Kau akan memiliki semua yang berharga dan mewah. Itu saja…!” Avantika tak percaya dengan apa yang di dengarnya, “… aku mempercayaimu tetapi…”
Padmanand mengejak “Seharusnya kau tidak berbicara tentang kepercayaan! Kau telah menipu suamimu sendiri. Kalau Kau bisa menipu dia, maka kapan pun kau juga bisa menipuku. Aku bisa menyimpan 100 bahkan 10000 ratu, dan kau tidak punya hak untuk mempertanyakannya. Jika kau bicara satu kata pun menentangku, aku tidak akan mengampunimu! Ingat itu!” Lalu Nand beranjak pergi di ikuti tatapan geram Avantika.
Di sebuah gubuk, seorang wanita menemukan Chandragupta. Suaminya yang melihat itu sangat kesal. Tapi si wanita yakin kalau dia adalah seorang pangeran, “prajurit menggeledah seluruh tempat ini untuk menemukan ibunya.. aku akan mengangkatnya sebagai anak..” SI suami hendak protes. Tapi keburu datang prajurit.

Prajurit bertanya “apakah kau melihat bocah kecil?” Si suami menggeleng, “tidak..” lalu para prajurit memeriksa pedati. Si wanita menyembunyikan Chandragupta di bawah pedati hingga prajurit tak menemukannya. Setelah para parjurit itu pergi, si wanita mengambil membopong Chandra dan berkata, “anak ini memiliki tujuan yang besar dalam hidupnya…”

Avantika menemui Moora di penjara. Di melemparkan selembar baju sambil berkata, “sekarang kau menjadi budak dan anakmu telah mati. Tak lama lagi, anak perempuanmu juga akan mati. Aku dalang di balik semua ini. Apakah kau merasa ingin membunuhku?” Mora menatap Avantika dengan iba dan memeluknya. Avantika kaget, “apa yang kau lakukan?” Mora berkata kalau dia mengasihani Avantika, “kau membunuh suamimu sendiri untuk seorang pria yang tidak mempunyai rasa hormat padamu. Dan sekarang kau takut kalau dia akan lebih memiliki ku. Tapi kau jangan khawatir. Bagiku, Suryagupta adalah segalanya, tak seorang pun bisa mengambil tempatnya..”  Avantika terlihat gusar, “aku adalah Ratu dan Nand adalah Raja, dia akan tidak akan menggantikan aku..!” Setelah berkata begitu Avantika melangkah pergi.

Narator berkata, “Nand sibuk membujuk Mora dan bersumpah untuk memilikinya. Tapi Mora tak mau menyerah. Dia menunggu harapan dalam bentuk anaknya, Chandragupta dan memenuhi keinginan terakhir suaminya. Tapi di sisi lain, Nand menjadikan hidup rakyat Magadha seperti di penjara. Bahkan setelah 8 tahunberlalu, tidak ada yang tahu akan keberadaan Chandragupta..”

8 Tahun kemudian….
Seorang bocah terlihat sedang mendaki tebing. Dia terpeleset. Anak-anak di bawah tebing menyorakinya dan memberinya semangat, “Chandraa..! Jangan menyerah! Teruslah mendaki…!” Chandra memompa semangatnya. Dia mendaki tebing itu lagi. Di lehernya ada liontin pemberian Mora dan di tanganya ada tatto bulu burung merak. Tujuannya adalah sarang madu.

begitu sampai di depan sarang itu,banyak tawon yang mengerubutinya. Chandar mnutupi dirinya dengan kain yang terbakar untuk menghindari sengatan lebah dan agar bis ameraih sarang madu itu. Dan dia berhasil. Anak-anak bersorak kagum….