Sinopsis Jodha Akbar episode 75

Sinopsis Jodha Akbar episode 75 by Meysha Lestari. Adham marah-marah di depan Javeda setelah mendengar insiden Jodha melemparkan warna ke pakaian Maham angga. Adham berkata, “memang kenapa kalau dia ratu? Bukan berarti dia bisa mencemari ibuku,” Adham berkata dia akan memaksa Jalal untuk menghukum Jodha seberat-beratnya, sebagai peringatan bagi semua orang bahwa tidak ada yang boleh mengejek jodha akbar 75agamanya. Adham juga merasa kalau semua ini adalah kesalahan Jalal yang terlalu baik pada Jodha. Adham berpikir untuk memberi Jodha pelajaran.  Javeda dengan lugu berkata kalau sejauh yang dia tahu, ratu Jodha bukanlah seekor kuda. Adham yang sedang emosi tidak merespon baik lelucon javeda, Adham menyembar tubuh Javeda dan menguhunus belati kelehernya. Adham berkata dia tidak tahu apakah Jalal akan menghukum Jodha atau tidak, tapi yang pasti dia akan memotong lidah Javeda. Maham datang menyelamatkan Javeda. Maham bertanya, “adham apa yang kau lakukan?” Maham menyuruh adham belajar mengendalikan emosinya. Maham memberitahu adham kalau Jodha telah di hukum, Jalal akan mengirimnya pulang ke amer. Adham bertanya, “benarkah?” Maham berkata kalau sebelumnya Jalal memang sudah memutuskan akan mengirim Jodha kembali ke Amer. Tapi sekarang dia ingin Jodha pergi karena membencinya. Kalau JOdha dipulangkan karena kesalahan yang dia buat, maka dia tidk akan pernah bisa kembali ke Agra lagi. Dan mereka semua bia hidup tenang dan damai. Dan segalanya akan berjalan sesuai peraturan Maham. Maham akan memastikan kalau api pembangkangan di mata Jodha akan padam selamanya. Adham berkata kalau dia tidak mengerti 1 hal, yaitu kenapa Maham begitu takut pada Jodha. maham berkata karena dia sombong dan menolak mematuhi peraturan. Tapi maham telah berhasil membuatnya Jodha malu pada tindakannya sendiri. Resham datang membisikan sesuatu di telinga Maham, lalu keduanya tertawa senang bersama. Adham bertanya kenapa Maham tersenyum. Maham berkat akalau Adham tidak akan pernah mengerti. Maham meminta adham melakukan apa yang di perintahkan, kapanpun bertemu ratu Jodha Adham harus bersikap sopan padanya. Adham berkata tidak mungkin. Tapi Maham menegaskan sekali lagi adham harus bersikap hormat pada Jodha karena dia salah satu istri Jalal. Jaeda setuju dengan maham, kalau meeka harus sopan pad siapapun, javeda akan bersikap sopan kalau bertemu Jodha. Mendengar kata-kata Javeda, emosi adham tersulut kembali. Dia meraih pisau di sampingnya siap menuja Javeda. Tapi Maham lebih dulu menghalanginya. Maham menyuruh Javeda melakukan hal yang di sukainya yaitu membuat serbat. javeda dengan senang hati segera pergi membuat serbat. Maham meminta adham belajar mengendalikan emosinya, karena javeda lamban dalam berpikir. Adham dengan marah pergi meninggalkan Maham. Maham mengeluh kenapa dia harus menghadapi semua ini.~sinopsisjodhaakbar.blogspot.com~

Hamida sedang berjalan bersama kerabat wanita dan para pelayan. Hamida berkata kalau dia tidak mengerti mengapa ratu menawati datang ke Agra. Hamida yakin kalau menawati datang ke sini karena insiden holi maham angga, karena itu baru terjadi hari ini. Tidak mungkin bisa mengirim kabar secepat itu ke Amer. Phuphi berkata kalau tidak mungkin menawati datang ke Agra tanpa di undang. Hamida bertanya, “tapi kenapa? Jalal tahu kalau raja bharmal sibuk berperang dengan pemberontak di Amer, tapi Jalal masih meminta Menawati datang.” Istri atgah berkata kalau ada yang tidak beres. Phuphi meyuruh Hamida agar tidak kuatir, karena mereka pasti akan tahu yang sebenarnya di rapat dewan.

jodha akbar 75bSinopsis Jodha Akbar episode 75. Di hadapan rapat para dewan, Jalal berkata kalau dirinya punya alasan khusus mengadakan rapat ini. Setelah mengamati apa yang terjadi belakangan ini dan setelah berdiskusi dengan ratu Jodha, Jalal memutuskan kalau Jodha harus kembali ke Amer. Hamida dan Menawati terkejut, begitu juga semua orang yang tidak mengetahui persoalan sebenarnya. Hamida segera berdiri mengungkapkan keberatannya. Jalal menatap hamida.  Hamida berkata, “Jodha adalah istrimu. Bagaimana bisa kau pulangkan dia seperti ini?” Menawati yang terlihat shock berkata, “yang mulia, pangeran Amer dan Johda telah di tahan setelah di fitnah. Tak ada siapapun di amer yang menentang keputusan anda saat itu. Tapi hari ini, kalau diijinkan, saya ingin bicara sesuatu,” Jalal mengangguk. Menawati berkata, “dalam tradisi kami, orang tua tidak pergi kerumah putri mereka setelah putrinya menikah. Tapi saya telah melanggar tradisi ini dan datang kesini. Dlam tradisi kami, ketika seotang ibu mengantar putri pergi kerumah sumainya, ibu akan memberinya nasehat agar putrinya menerima keluarga suaminya. Setelah seorang wanita menikah, dia tidak boleh pulang. Kalau Jodha telah melakukan kesalahan…” Jalal memotong ucapan menawati dengan berkata, “sebaiknya aku tidak mulai membuat daftar kesalahan dia, ratu. Aku menahan putri Amer karena itu kewajibannya sebagai raja. Tapi dia mengirim Jodha kembali ke Amer adalah kewajiban dia sebagai suami. Jodha sendiri ingin kembali ke Amer.”  Menawtai menatap Jodha tak percaya dan bertanya, “apakah itu benar, Jodha? Bagaimana kau bisa punya keinginan seperti itu? Kau lupa apa yang harus kita korbankan untuk pernikahan ini? Seluruh raja Rajput menentang kita, ayahmu telah di permalukan demi persekutuan ini. Bahkan Sukanya menderita karena pernikahanmu. Aku adalah ibumu, tapi jangan lupa kalau aku punya dua orang putri selain dirimu. Dan aku tidak akan mengijinkanmu membahayakan masa depan adik-adikmu, hanya karena kau punya masalah dalam pernikahanmu. Aku tak kan biarkan kau mempermalukan ayahmu didepan semua orang lagi. Aku tak akan membiarkan pengorbananmu menjadi sia-sia, Jodha. Aku tak mau siapapun mengacungkan tangannya ke Amer lagi. Jodha setiap pasangan pasti ada masalah, tapi bukan berarti kau bisa kembali kerumah orang tuamu. Kau harus memahami suamimu. Kau harus berusaha selesaikan masalahmu. Setiap masalah pasti ada solusinya Jodha, dan kau harus selesaikan masalah ini. Kau mungkin merasa kalau aku ini berhati dingin, kau mungkin tak ingin bertemu denganku lagi, tapi kau tidak bisa kembali ke Amer seperti ini. Dalam tradisi kita, pada festival Teej, kami tidak sabar menunggu putrikami pulang. Tapi kalau kau pulang sebagai istri yang dibuang suaminya, maka tak ada yang akan menunggu kau pulang. Amer adalah rumah orangtuamu dan kami akan selalu mencintaimu. Tapi sekarang rumahmu adalah Agra, kau menikah dan datang ke Agra. Kau harus selalu berada disamping suamimu.”  Jodha menatap menawati dengan sedih dan kecewa karena menolak untuk membawanya pulang ke Amer. Tapi saat menawati memohon pada Jalal agar  jangan memulangkan Jodha ke Amer, Jodha terlihat sangat terluka. Jodha meraih tangan mena yang terlipat di depan dada, dan berkata, “jangan begitu, ibu. Kalau kau tak mau aku kembali ke Amer, maka aku tidak akan kesana. Aku tidak ingin menjadi alasan kau memohon didepan orang-orang. Dan janganlah berpikir, kalau setelah membuat keputusan ini aku akan berhenti menyayangimu. Sebaliknya, setelah apa yang kau lakukan hari ini, aku semakin menghormatimu. Menurutku, kau adalah ibu terbaik di dunia. Aku janji ibu, aku tak kan kembali ke Amer sebagai wanita yang dibuang suaminya. Aku tak kan biarkan siapapun juga merusak namamu sebagai ibu yang putrinya di tinggalkan suami.” Jodha dan menawati saling bertangisan. Mena mencium kening Jodha dan mengelus kepalanya. Mena memberi salam pada Jalal dan meninggalkan ruang sidang. Jodha mengusap airmatanya, dengan rasa sedih, kecewa dan malu yang bercampur aduk.

jodha akbar 75cSinopsis Jodha Akbar episode 75. Jodha menangis di kamarnya. Moti datang dan duduk bersimpuh di depannya. Jodha meminta moti agar membiarkan dirinya sendirian. Moti tidak mau.  Jodha bertanya, “kenapa? Kenapa kau ingin di sampingku? Ibuku menolak untuk mengajakku bersamanya. Kenap akau ingin bersamaku? Aku tak bahagia di sini. Yang muli atak ingin aku tinggal di Agra, dan ibu tak mau aku kembali ke Amer. Tapi ini bukan salahnya, dia ada kewajiban sendiri. Ini adalah takdirku, moti. Aku harus menerimanya. Itu sebabnya aku tak butuh di hibur siapapun atau di nasehati. Tinggalkan aku sendirian untuk beberapa saat. Aku memintamu sebagai seorang teman, dan aku operintahkan kau sebagai seorang ratu. Jangan datang sebelum ku panggil, mengerti?” Moti dengan menanggis meninggalkan Jodha.  Jodha teringat kembali kata-kata menawati dan Jalal, Jodha menangis. Tiba-tiba Jodha melihat bayangan dirinya berbaju ungu berdiri di sampingnya. Jodha berbaju ungu berkata, “Jodha apa kau sedih karena ibumu menolak mengajakmu ke Amer? Tapi tindakan dia benar. Kalau kau kembali ke Amer, kerhormatan keluargamu akan ternodai. Mereka tak kan bisa menemukan calon suami untuk sukanya. Jodha jangan lupa, selain dirimu, orang tuamu punya 2 putri yang lain.” Jodha berkata, “daripada menderita selamanya di sini, lebih baik aku habiskan sisa hidupku bersama orangtuaku dan menjaga mereka.” Lalu muncul bayangan Jodha berbaju hijau, dia berkata, “apa yang membuatmu berpikir kau pantas kembali ke Amer? Kau bersumpah untuk berada di sisi suamimu. Adalah kewajibanmu untuk mematuhi sumpah itu. Kalau kau menikah dengan orang Rajput dan bukan orang Mjughal apakah kau tetap akan memaksa kembali ke rumah orang tuamu? Contoh macam apa yang akan kau berikan pada orang lain? Jodha, kau adalah ratu mughal, kau harus belajar menerima tradisi keluarga suamimu. Dan merupakan kewajibanmu untuk memahami suamimu.” Jodha menjawab, “lalu bagaimana dengan kewajiban yang mulia? Jalal itidak adil, dia tidak menjalankan kewajibannya sebagai suami, dia permalukan aku dan menghina aku. Saat kami menikah, dia juga bersumpah untuk membuat aku bahagia, bersumpah untuk menghormati aku dan mempercayaiku. tapi dia tak menjalankan semua sumpah itu. Dia membuatku berada dalam posisi dimana aku tidak bisa tinggal di Agra tapi juga tak bis akembali ke Amer.” Johda berbaju hijau memberi salut dengan berkata, “wah Jodha wah.., aku tak percaya kau berpoikir seperti itu tentang yang mulia. Kaulah yang memulai semua itu. Kau yang melihat dia dengan kebencian, kau tak pernah berusaha menerima dia. Padahal dia selalu setuju dengahn segala permintaanmu, membiarkan mu tetap memeluk agamamu, membuatkan mandir di istana, bahkan mengizikna kau bermain holi. Kenapa masih berpikir yang mulia tidak adil? Kalau seperti itu kau tidak pantas berada di sini…….berhentilah membuat dirimu dan orang lain menderita dengan memberontak terhadap semua hal. Kembalilah ke Amer!” Jodha berbaju unggu melarang Jodha kembali ke Amer, karena itu akan mencoreng reputasi dan kehormatan keluarganya. Tapi Jodha baju hijau berkata kalau Jodha tak pantas tinggal di Agra, maka sebaiknya kembali ke Amer. Jodha baju biru melarang kembali ke Amer. Jodha binggung harus bagaimana. Dia berteriak dan bayangan itupun lenyap. Jodha berkata kalau dia tahu apa yang harus di lakukan, dia tak pantas berada di mana-mana. Kalu kenyataanya seperti itu dia tahu harus kemana. Jodh amenatap patung kanha dengan putus asa dan berkata, “bahkan dewa tahu apa yang harus kulakukan.”

Hamid bersama Menawati. Dia bertanya apakah semua sudah sesuai dengan harapannya dan berharap di atidak menemui masalah ketika berada di sini. Menawati minta maaf pada Hamida karena dia tidak dapat membawa Jodha kembali ke Amer. Hamida merasa senang karena menawati tidak membawanya menantunya pergi. Menawati berkata kalau dia sudah bersikap kasar pada Jodha dan menolak menerima keputusannya di depan dewa. Dia memberitahu hamida betapa dia menyesal. Hamida berkata, tidak perlu menyesal, dia tahu betapa Menawati sangat mencintai Jodha dan kesultan menjelaskannya. Mena berkata, “tidak sulit bagiku memahami kenapa Jodha ingin kembali ke Amer, yang mulia. Tetapi berdasarkan pengalamanku, kalau pasangan sedang bertengkar maka orangtua tak boleh melakukan sesuatu yang akan menambah buruk keadaan sebaliknya haru smembantu mereka menyelsaikan masalahnya. Kewajiban orang tua menyadarkan mereka. kalau msalah muncul karena perbedaan opini bukan berarti tidak ada harapan.” Hamida berkata pada mena kalau seringkai terjadi kebencian berubah menjadi cinta. Mena setuju karena itu mereka harus tetap bersama, kalau Jodha ampai kembali ke Amer, jarak antara mereka akan semakin terbentang. Hamida memuji Menawati karena telah membalikan keadaan itu dengan menolak membawa Jodha kembali ke Amer. Hamida berkata, “yakinlah, kalau anda tidak menolah keputusan Jodha, maka aku yang akan menghentikannya.” Menawati merasa sangat bahagia dan berterima kasih atas perhatian Hamida dan kasih sayang Hamida pada Jodha. Dia merasa tenang karena di Agra Jodha tidak tidak kekurangan kasih sayang seorang ibu.  Menawati pamitan akan kembali ke Amer. Hamida berpesan agar jangan merisaukan Jodha, dia yang akan menjaganya.~sinopsisjodhaakbar.blogspot.com~

Sinopsis Jodha Akbar episode 75. Phuphi dan hamida dalam perjalanan menemui Jodha. Phuphi berkata kalau keputusan yang di buat ratu menawati benar. Hamid asetuju, mena hanya memikirkan yang terbaik untuk putrinya. hamida merasa kalau menawati sangatsedih, karena itu dia pergi tanpa memberitahu Jodha. dan meminta Hamida memberitahu Jodha hany asetelah dia pergi.  Hamida masuk kekamar Jodha di sambut Moti dan para pelayan. Hamida berkata kalau dia ingin bertemu Jodha. Moti dengan gugup dan ketakutan berkata kalau Jodha tidak ada. Hamida bertanya, “apa maksudmu tidak ada?” Moti memberitahu hamida kalau sebenarnya tadi Jodha meminta agar di biarkan sendirian untuk sementara, tapi kemudian dia tidak ada. Moti sudah mencarinya kemana-mana tapi tidak menemukan dia. Hamida dan Phupohi saling berpandangan. Hamida lalu memanggil para pelayan dan pengawal dan menyuruh mereka semua mencari Jodha.

Resham tergopoh-gopoh menemui Maham dan meminta maaf karena telah menggangunya ketika berdoa. Resham berkata kalau Jodha hilang dari istana. Maham kaget dan bertanya, “apa?”

Di tempat lain, hamida memberi tahu Jalal mendengar kalau Jodha  menghilang. jalal bertanya, “ibu, bagaiman Jodha bisa hilang dari istana? Tidak bisa di percaya.” Jalal kemudian menyuruh Atgah memerintahkan prajuritnya untukmencari Jodha. Dia tak perduli berapa banyak prajurit yang dibutuhkan pokonya Jodha harus di temukan. Dan jalal ingin mendengar kabar tentang Jodha secepatnya.

Jalal bersama Ruq dan meluapkan emosinya di sana. Jalal bilang adalah pelanggaran besar pergi dari istana tanpa memberitahu siapapun. Ruqaiyah tertawa, Jalal bertanya kenapa ruq tertawa? ruq berkata, “sudah jelas, kan? Kenapa kau tidak sadar kenapa aku tertawa? Coba pikirkan tentang ironinya. Kau menolaknya, lalu ibunya juga menolak membawanya ke Amer. Dia tidak mendapat cinta suaminya dan tidak di bela oleh keluarganya. Menurutmu peraturan istana penting bagi dia?” Jalal berkata kalau peraturannya adalah penting untuk di patuhi oleh siapapun. Dan merupakan tanggung jawabnya untuk memastikan itu. untuk itu penting baginy amenemukan Jodha. Ruq berkata kalau pria tidak memahami pikiran wanita.  Sebagai wanita Ruq tahu apa yang dipikirkan Jodha. Wanita yang tidak mempunyai tujuan, tidak memiliki apa-apa, tidak punya tujuan hidup biasanya akan mengakhiri hidupnya. Meskipun dia adalah ratu kerajaan mughal. Dalam dalam tradisi Jodha bunuh diri dibenarkan. Ruq berkata kalau dia kasihan pada Jodha. Jalal berteriak dengan marah, “tapi Ruqaiyah, jodha bukan putri amer, dia adalah ratuku. Aku tidak akan membiarkan siapapun menodai reputasi kerajaan kita. Tidakmasalah kalau Jodha tidak mau hdup bersamaku. Tapi aku tidak akan membiarkan dia menodai kehormatan mughal dengan bunuh diri. Aku akan temukan dia Ruqaiya..!”Sinopsis Jodha Akbar episode 76