Sinopsis Jodha Akbar episode 83

Sinopsis Jodha Akbar episode 83 by Jonathan Bay. Hamida memberitahu Jodha kalau ada perayaan sebagai ungkapan rasa syukur karena Jalal selamat. Hamida mengajak Jodha untuk ikut dengannya, “ayo kita pergi..” Sebelum pergi, Jodha dan Hamida memberi hormat pada Kanha. Perayaan di lakukan dengan cara memberikan sedekah pada rakyat. Rakyat mendoakan Jalal semoga panjang umur. Semua orang antusias dengan  acara itu, kecuali Maham angga yang terlihat tidak begitu senang. Hamida dan Jodha menatap jalannya perayaan itu dengan senyum puas. Jodha melepas perhiasannya dan memberikannya pada pelayan untuk di sumbangkan. Hamida senang melihat nya. ~sinopsisjodhaakbar.blogspot.com~
jodha akbar 83Ruq menghampiri Maham angga dan bertanya kenapa dia tidak bahagia? Maham berkata, “jadi kau bahagia untuk suamimu yang selamat atau teman masa kecilmu?” Ruq menjawab kalau dia bahagia karena raja telah selamat, hidupnya sangat penting untuk orang banyak dan juga karena dia adalah suaminya.  Hamida mengucapkan terima kasih pada Jodha karena telah berdoa untuk Jalal. Jodha berkata, “saya tidak berdoa untuk dia. Saya berdoa untuk anak dari seorang ibu dan untuk orang yang telah menyelamatkan saya.” Hamida tersenyum dan berkata, “sangat bagus, Jodha. Kau sangat pandai menyusun kata-kata, dan tahu cara menggunakannya untuk memuji seseorang.”  Jodha tersenyum. Pelayan memberikan perhiasan Jodha pada gulbadan. Gulbadan melihat kearah Jodha dan hamida. Jodha memberi salam jarak jauh padanya.  Ruq meninggalkan Maham angga. Sepeninggal ruq maham berpikir, “Ruq menghormati Jalal sebagai seorang raja, tetapi tidak dapat menggapai hatinya.”
Jodha sedang berjalan di taman di iringi para pelayan. Rahim dengan berlari datang menemuinya, “choti ami..!” Jodha tersenyum menyambutnya dan bertanya, “bagaimana kabarmu?” Rahim menjawab baik. Jodha bertanya  apa yang akan dilakukan Rahim? Rahim merngatakan kalau dia ingin mendengar cerita tentang Jalal. Jodha mengajak Rahim duduk di taman. Jodha bercerita tentang dirinya dan Jalal. Katanya, ratu dan raja sedang pergi berburu di hutan sendirian. Raja menyiapkan senapannya, tapi ratu mengambil peluru dari senapan raja dan membuangnya. Rahim bertanya kenapa? Jodha menjawab untuk menyelamatkan hewan yang tidak bersalah. Tapi ratu tidak akan melakukannya kalau tahu ada harimau datang. Harimau hendak menyerang ratu, tapi raja menolongnya. Raja menyerang harimau, harimau menerkam raja. Setelah bertarung beberpa lama, akhirnya raja berhasil membunuh harimau. Rahim bertepuk tangan dan berkata kalau Jalal sangat kuat. Rahim melihat buah-buahan yang di pegang pelayan Jodha, Rahim bertanya, buah-buahan itu untuk siapa? Jodha menjawab untuk raja. Rahim berkata dia akan membawa buah-buahan itu pada Jalal. 
Sinopsis Jodha Akbar episode 83. Para tabib membantu Jalal duduk dan menyandarkannya di sandaran tempat tidur. Jalal meminta mereka untuk pergi. Ruq sedang bersama Jalal saat Rahim datang. Rahim meletakan buah yang di bawanya di samping Jalal, “anda harus makan buah-buahan ini karena anda terluka.” Jalal memberi isyarat agar Rahim mendekat. Rahim menghitung luka Jalal. Jalal tertawa. Ruq berkata kalau Salima sangat peduli pada Jalal. Rahim menyahut kalau bukan salima yang memberikan buah–buahan itu tapi choti ami nya. Ruq tertegun. Jalal bertanya, “ratu Jodha?” Rahim menyuruh Jalal makan buah. Rahim mengambil sebuah apel dan menyuapkannya ke mulut Jalal. Setelah itu Rahim berpamitan. Setelah Rahim pergi, Jalal bertanya pada Ruq,  apakah dia suka dengan perlakuan Jodha ini? Ruq menjawab, setelah membuatmu terluka? Apa gunanya. Jalal berkata, “dia yang membuatku terluka, tapi dia juga yang menyembuhkanku. Aku mendengar kalau dia membuat ramuan untukku sebelum tabib besar datang.” Ruq menjawab, setelah memberi mu luka apa gunanya, “aku sudah memberi dia hukuman karena perbuatannya itu. Aku menamparnya dengan sangat keras.” Tanpa memperlihatkan rasa sesal atau emosi apapun Jalal berkata, “hukuman yang terlalu kecil untuk kejahatan sebesar itu” Ruq tertegun. Semula dia mengira Jalal akan membela Jodha. Ruq berkata lagi kalau dia dapat saja memberikan hukuman yang lebih buruk padanya. Jalal sekali lagi menjawab kalau untuk kesalahan sebesar itu hukuman yang di terima Jodha sangat kecil.
Adham sedang duduk sambil memegang gelas. Javeda menuangkan minuman kedalam gelas adham. Adham meminumnya dan menuji Javeda kalau minuman yang di buatnya sangat nikmat. Javeda senang mendengarnya. Adham mencium tangan Javeda dan menariknya agar duduk di sampingnya. Adham mengeluarkan sebuah kalung berlian dan memberikannya pada Javeda. Javeda mengamati kalung berlian itu dan berkata, “berlian tidak bersinar sebanyak ini, apakah ini palsu?” Mendengar kata-kata Javeda Adham menjadi marah. Dia merebut kalung itu dari tangan javeda dan mengusir Javeda. Untung Sahrif datang. Sharif memberi salam, adham membalas salamnya. Adham memberi isyarat pada Javeda agar pergi. Sebelum pergi Javeda mengambil kalung di pangkuan Adham dan membawanya pergi sambil tertawa senang. Adham berkta pada sharif, “bagus kau datang, mari kita membahas masalah agra dan delhi.” Sahrif meminta adham untuk melupakan hal itu. Adham bertanya, “apa yang kau katakan?” Sahrif memberitahu Adham kalau Jalal sudah sadar. Adham kaget, dia membuang gelas di tangannya dan berdiri menghampiri sharifudin, “apa? kau berkata akan menghentikan tabib.” Sharif berkata kalau para tabib di kawal oleh tentara mughal. Prajurit kita berpikir mereka ada di sana untuk saling menghentikan satu sama lain, selagi mereka bertarung, tabib sudah sampai di agra. tapi sebelium itu, Jodha sudah membuat obat untuk menyelamatkan hidup Jalal. Sharif mengusulkan pada adham agar mereka mencari waktu lain yang tepat dan dapat menjadi lebih dekat pada Jalal.
Sinopsis Jodha Akbar episode 83. Jodha sedang duduk termenung di depan cermin. Moti mendekatinya dari belakang, memegang pundaknya dan mengatakan sesuatu yang membuat Jodha tersenyum. Ruqaiya datang kekamar Jodha. Jodha berkata , “anda kesini?” Ruq berkata, “ya. Kau tidak meminta izin dulu saat masuk ke kamarku, maka aku pun tidak perlu izin untuk datang kesini, benarkan?” Jodha tidak menyahut. Ruq menatap pipi Jodha yang bekas di tamparnya dan berkata, “kupikir sidik jari bekas tamparanku masih ada di sana.” Jodha menatap Ruq dan berkata, “kau boleh mencobanya lagi kalau kau ingin.” Ruq tersenyum dan berkata, “tidak. Aku sangat senang hari ini, karena jalal sudah selamat. Jadi tidak akan melakukan apa-apa.” Ruq menanyakan obat yang dibuat Jodha untuk jalal, dia memintanya. Jodha mengambilkan ramuan itu dan memberikannya pada Ruq. Ruq mengambil ramuan dari tangan Jodha, lalu mengoleskannya ke pipi Jodha sambil berkata, ‘jangan berpikir kalau apa yang kau lakukan adalah benar hanya karena aku mengoleskan obat ini ke pipimu. Jika obat ini bekerja pada jalal maka pasti akan bekerja untuk pipimu.” Ruq menyerahkan piring obat di tanganya kembali pada Jodha, lalu pergi begitu saja.
Maham sedang duduk berdiam diri, sementara Resham duduk di belakangnya memijit punggung maham. Resham bertanya apa yang dipikirkan maham. Maham berkata kalau Jodha sudah melakukan kesalahan besar tapi Jalal tidak marah padanya. Maham berpikir kalau Jodha sebagai Mariam Zamani. Resham berkata kalau dia tidak bisa membayangkan ratu hindu menjadi Mariam zamani. Maham berkata, “kenapa tidak? Dia berpikiran terbuka, segalanya dapat berubah. Sedang ratu Ruqaiya buta, dia sudah sangat senang menjadi ratu Jalal, tapi dia tidak tahu apa yang terjadi antara Jalal dan Jodha, mereka terlihat semakin dekat dan skelakuan mereka berbeda sejak kembali dari Ajmer sharif.” ~sinopsisjodhaakbar.blogspot.com~
Bharmal datang ke Agra di sambut Atgah dan para menteri. Moti melihat kedatangan Bharmal segera memberitahu Jodha. Jodha terkejut, “Apa? Ayah ada di Agra?” Moti berkata mungkin Bharmal mendengar tentang Jalal yang di serang harimau. Tapi Jodha berkata tidak mungkin. Karena kejadian baru terjadi 3 hari yang lalu. Butuh waktu lebih lama untuk kabar itu sampai ke amer. Pasti ada sesuatu yang lain. Atgah membawa Bharmal ke kamar Jalal. DI sana ada Maham angga dan para tabib. Jalal sedang berbaring setengah duduk dan memejamkan mata, sehingga tidak melihat kalau Bharmal datang. Maham memanggil Jalal, Jalal membuka matanya dan melihat Bharmal. Bharmal memberi salam. Jalal membalasnya dan mempersilahkan bharmal duduk. Barmal menanyakan keadaan Jalal, Jalal berkata kalau dia akan baik-baik saja. Bharmal mengatakan kalau kedatangannya untuk menyampaikan kabar gembira. Maham bertanya kabar gembira apa? Jodha datang kesana tapi hanya berdiri diluar menguping pembicaraan bharmal. Bharmal mengabarkan tentang rencana pernikahan Sukanya. Sukanya akan menikah hanya karena Jalal. Jalal mengusulkan pernikahan Sukanya dengan pangeran dari negara tetangga. bharmal berkata bagi seorang ayah kalau anak gadisnya tidak menikah akan menjadi masalah besar, tapi jalal telah mengambil tanggung jawab itu darinya dan mengatur pernikahan untuk sukanya. Jalal berkata kalau pernikahan itu akan mengurangi permusuhan Bharmal dengan raja Rajput lainnya. Bharmal berkata kalau dia kesini untuk mengundang mereka semua hadir di pernikahan Sukanya. Menurut Bharmal jika kakak perempuan dan suaminya dapat hadir di pernikahan adiknya dan melakukan setiap ritual maka akan menjadi pertanda baik. Bharmal juga mengundang maham dan Atgah. Jodha yang mendengarkan pembicaraan bharmal sangat terkejut dan tidak menyangka kalau Jalal telah mengatur pernikahan Sukanya. Dalam hati Jodha merasa sangat bahagia…Sinopsis Jodha Akbar episode 84