Sinopsis Ashoka Samrat episode 96 by Sally Diandra

Sinopsis Ashoka Samrat episode 96 by Sally Diandra. Di kamar Noor, Bindusara yang masih berdiri di depan mereka sempat mencuri dengar pembicaraan Noor dengan ayahnya “Maharani Noor, apakah kamu ada masalah dengan pernikahan Justin ?” Noor dan Khurasan terperanjat begitu mengetahui keberadaan Bindusara di kamarnya “Aku tidak suka dengan pernikahan itu, Samrat karena pernikahan mereka di lakukan dengan kebudayaan Yunani, semua ritualnya di laksanakan berdasarkan kebudayaan mereka” Noor mencoba berkelit dari topik pembicaraan yang sebenarnya “Helena telah memberikan seluruh kehidupannya untuk kita, ini adalah permintaannya untuk membuat pernikahan anak laki lakinya itu dengan kebudayaan Yunanni maka aku mengijinkannya” Noor nampak tidak suka dengan penjelasan Bindusara “Panglima Khurasan, lebih baik kamu pergi dan cari Dharma sekarang juga, jangan buang waktumu !” Khurasan tak mampu berkata apa apa, Khurasan segera pergi meninggalkan mereka berdua. Sepeninggal Khurasan, Bindusara mencoba mengajak ngobrol istrinya itu “Maharani Noor, kamu telah melakukan hal yang bagus dengan memberikan perhiasan dan pakaianmu pada putri Agni” Noor kesal mendengar ucapan Bindusara “Apakah kamu baik baik saja ?”, “Ya, aku baik baik saja, Samrat” Noor berusaha memberikan senyuman terindahnya pada Bindusara “Lebih baik kamu beristirahat saja sekarang, aku pergi dulu” Bindusara segera meninggalkan Noor, melihat kepergian Bindusara, Noor berkata pada dirinya sendiri “Inilah perbedaan antara kamu dan Justin, jika aku mengatakan padanya bahwa aku baik baik saja maka dia akan memegang tanganku, melihat kedalam kedua bola mataku dan mengatakan bahwa aku telah berbohong” Noor nampak sedih.

Dari kamar Noor, Bindusara menemui istrinya yang lain yaitu Subhrasi seraya berkata “Kamu kelihatan tegang, setress, ada apa Maharani Subhrasi ?” Subhrasi menatap suaminya dengan pandangan haru “Aku selalu memenuhi semua tanggung jawabku sebagai seorang istri, aku tidak pernah meminta apapun darimu untuk Drupata dan aku karena aku tahu kamu akan memberikan semuanya padanya, aku memang tidak sama dengan Maharani Charumitra dan Maharani Noor, apalagi ketika aku tahu tentang Dharma, aku pikir aku akan menerima dia juga akan tetapi di dalam lubuk hatiku yang paling dalam sepertinya ada rasa tidak aman” Ashoka samrat covertepat pada saat itu Drupata memasuki kamar ibunya sambil berlari lari, Dharma (pengasuh Drupata) mengikutinya berlari lari di belakang Drupata namun ketika dirinya hendak memasuki kamar Subhrasi dilihatnya Subhrasi sedang ngobrol dengan Bindusara, Dharma segera menghentikan langkahnya dan bersembunyi di balik pilar sambil mendengarkan pembicaraan mereka berdua, sementara Drupata yang merasa mengantuk, setelah menyapa ayahnya, dirinya langsung naik ke atas ranjang “Maharani Subhrasi, itu adalah benar kalau aku mencintai Dharma lebih dari istri manapun, jika dia ada disini maka dia akan tinggal dengan segala penghormatannya sama seperti kamu, Maharani Charumitra dan Maharani Noor, itu adalah takdirnya ketika dia tinggal jauh dari istana, aku sangat berharap ketiga istriku bisa menerima Dharma dan juga menghormatinya sama seperti kamu menghormati aku” Dharma yang mendengarkan semua pembicaraan mereka dari balik persembunyiannya merasa senang dan tak lama kemudian Bindusara meninggalkan Subhrasi, sepeninggal Bindusara, Subhrasi menangis mendengar penjelasan Bindusara yang blak blakkan tadi.

Helena menemui Justin di kamarnya yang sedang bersiap siap untuk pernikahannya “Tinggal satu langkah lagi, Justin … sekarang tutuplah matamu” Justin menuruti permintaan ibunya, Justin segera menutup matanya, Helena mengambil mahkota kerajaan Magadha dan mengenakannya di kepala anak semata wayangnya itu, Helena tersenyum senang, sementara Justin yang mulai membuka matanya dan melihat penampilannya di kaca rias, sedikit tertegun dan kaget “Apa maksud semua ini, ibu ?” Justin segera melepas mahkota tersebut seraya berkata “Ini mahkota milik Bindusara” Helena tersenyum penuh arti “Tidak, Justin ,,, mahkota ini adalah yang baru, ibu telah membuatnya, mahkota ini untuk Samrat yang baru, besok kamu akan menjadi Samrat yang baru !” Justin terkejut “Apa yang akan ibu lakukan ? Ibu sedang merencanakan apa ?” Helena hanya tersenyum “Saat ini, ibu belum bisa menjawabnya” Justin tidak suka dengan rencana jahat ibunya “Ibu telah dibutakan oleh balas dendam !”, “Ini bukan balas dendam tapi ini adalah keadilan, Justin ! Mereka selalu berlaku tidak adil dengan kita, apakah kamu ini bukan anak dari Chandragupta ? Mengapa bukan kamu yang menjadi Samrat ? Kebenarannya adalah mereka tidak pernah menerima kehadiran kita, mereka telah hidup berkelompok sepanjang hidupnya” Helena nampak marah “Aku tahu semua ini akan tetapi apa yang sedang ibu rencanakan ?” tepat pada saat itu salah satu prajurit Helena menemuinya “Ibu Ratu Suri Helena, Ashoka ingin berbicara dengan anda” Justin mencoba menasehati ibunya “Ibu, jangan lakukan sesuatu yang bisa menyakiti kehidupan kita, aku tidak mempunyai impian untuk menjadi Samrat, kamu selalu lupa akan hal itu, itu tidak baik dengan melakukan ini semua” ketika Justin hendak keluar dari kamar Helena, Ashoka memasuki kamar Helena, mereka berpapasan di pintu kamar dan tak lama kemudian Justin meninggalkan ibunya.

Sepeninggal Justin, Ashoka segera menghadap Helena seraya berkata “Ibu Suri Ratu Helena, aku ingin bicara denganmu, kamu menginginkan aku menghadiri pesta pernikahan pangeran Justin maka aku telah siap membawakan air dari sungai” Helena tersenyum “Bagus ! Kuda piaran Chanakya ini akan mati juga” bathin Helena dalam hati “Kalau begitu bawa kesini airnya sebelum pesta pernikahan Agni” Ashoka tersenyum “Ini adalah kehormatan bagiku ketika anda mengijinkan aku melakukan ini semua, jangan berikan aku hadiah apapun untuk hal ini, aku melakukannya dengan senang hati, ibu Ratu Suri Helena” Helena senang mendengarnya “Aku juga ingin kamu menjadi bagian dari pernikahan nanti” Ashoka segera memberikan salam ke Helena dan berlalu meninggalkannya, sepeninggal Ashoka, Helena segera memerintahkan prajuritnya untuk selalu mengawasi Ashoka

Diruangan Khurasan, anak buah Khurasan memberitahu Khurasan suatu hal “Panglima Khurasan, salah satu pelayan Maharani Subhrasi kemarin keluar dari istana” Khurasan merasa mendapat angin segar “Kalau begitu awasi selalu pelayan Maharani Subhrasi itu dan cobalah cari tahu siapa dia sebenarnya, di pesta pernikahan nanti, dia pasti akan menyembunyikan wajahnya, cari dia segera !” anak buah Khurasan segera berlalu meninggalkan tuannya.

Di kamar Noor, Justin ingin menemui Noor dikamarnya “Aku ingin bertemu dengan Maharani Noor” pelayan tersebut hanya memandang Justin seraya berkata “Maharani Noor sudah memerintahkan pada hamba untuk tidak mengijinkan anda untuk menemui beliau di kamarnya” Justin frustasi dan melihat Noor dari luar. Di dalam kamar, Noor sedang menggenggam pisau dalam tangannya, Noor berusaha memotong urat nadinya tapi dirinya tidak jadi melakukannya, Justin segera berlalu dari sana, tak lama kemudian Justin bertemu dengan Agni, Agni tahu kalau Justin baru keluar dari kamar Noor. Agni segera mengajak Justin untuk masuk ke dalam kamarnya sendiri, di dalam kamar, Agni memberikan segelas anggur untuk Justin, Justin menerimanya “Apakah kamu ingin tahu apa yang akan terjadi besok ? Aku akan memenuhi tanggungjawabku sebagai seorang istri sekarang” Agni mulai membuka pembicaraan “Besok, Maharani Noor akan terbakar” Justin terkejut “Apa kamu bilang ?” Agni dengan tenang menganggukkan kepalanya “Iyaa, itu benar ! Ketika kita menikah maka Noor akan terbakar karena cemburu” Justin kesal “Aku tidak suka lelucon seperti ini” Justin kemudian memegang tangannya kencang “Aku suka ketika kamu memegang tanganku” Agni malah menikmati sentuhan Justin, Justin segera melepaskan genggamannya “Kamu telah melakukan sesuatu yang tidak baik dengan tidak mengatakan kenyataan yang sebenarnya” Justin semakin kesal dengan Agni “Aku sedang menunggu saat yang tepat !” Agni mencoba menggoda Justin “Hanya tinggal satu hari lagi pesta pernikahan kita, waktu apa lagi yang kamu tunggu ? Aku tahu ada sesuatu yang besar yang akan terjadi besok, katakan padaku ! Apa itu !” tepat pada saat itu Nicator, Helena dan Raj datang kesana menemui mereka seraya berkata “Aku akan menceritakannya padamu, Justin !” Justin terkejut melihat kedatangan mereka.

Salah satu prajurit Helena yang berhasil di tangkap oleh Radhagupta mulai buka suara “Saat ini Chanakya sedang di tahan di istana yang baru” Radhagupta heran “Tapi mengapa ?” Radhagupta mencoba mencari alasannya “Saya tidak tahu”

Di kamar Agni, Nicator mulai menjelaskan semuanya ke Justin “Justin, seluruh istana yang baru akan terbakar habis dalam beberapa menit dan seluruh dinasti Maurya akan berakhir dalam satu hentakkan” Justin tertegun “Ini semua untuk keadilan” sela Helena “Aku tidak bisa mengorbankan Noor untuk keadilan tapi bagaimana caranya menyelamatkan dia ? Bagaimana ?” bathin Justin cemas

Di kamar Noor, Noor berkata pada dirinya sendiri “Saat ini waktunya mengatakan pada Justin kenyataan terbesar dalam kehidupannya”

Sementara itu Bindusara berkata dalam hati “Kenyataannya adalah Dharma masih hidup dan aku akan menemukan dia dengan apapun caranya”

Sedangkan ditempat Khurasan, Khurasan juga berkata pada dirinya sendiri “Aku telah bermimpi menguasai dinasti Maurya dan untuk itu aku harus mengakhiri Dharma dan kisah cinta Bindusara”

Di kamar Agni, Helena berkata pada Justin “Apa yang Chandragupta mulai beberapa tahun yang lalu akan berakhir besok”

Sementara Ashoka juga sedang bicara pada dirinya sendiri “Aku yakin seseorang telah merencanakan konspirasi ini, aku tidak akan pernah membiarkannya mereka berhasil, aku telah berjanji untuk melindungi tanahku dan meskipun untuk itu, aku harus mengorbankan nyawaku, aku akan melakukannya !” .. Sinopsis Ashoka Samrat episode 97 by Sally Diandra

.

__Posted on
June 17, 2015