Sinopsis Ashoka Samrat episode 115 by Sally Diandra

Sinopsis Ashoka Samrat episode 115 by Sally Diandra. Helena teringat dulu ketika dirinya melahirkan Justin “Meskipun jika aku mati, tidak akan terjadi apa apa pada anakku” ujar Helena pada sang tabib yang membantu persalinannya, hingga akhirnya Helena berhasil dengan selamat melahirkan Justin “Selamat Yang Mulia Ratu karena anda akan menjadi ibu dari anak Samrat yang pertama” Helena sangat bahagia sambil memberikan koin koin emas pada sang tabib dan beberapa pelayan yang membantu persalinannya tadi “Dia akan menjadi putra mahkota dari Raja Chandragupta dan anda akan menjadi Ratunya” ucapan sang tabib membuat Helena menyeringai senang sambil memberikan koin emas yang lebih banyak lagi, tiba tiba seorang peramal buta yang sedari tadi menemani Helena ketika sedang bersalin mengucapkan kata kata yang membuat Helena kesal, Helena sengaja mengambil satu koin emas yang diambilnya dengan capit lalu di bakarnya uang tersebut di atas nyala lilin dan berikannya koin itu pada peramal buta tersebut, sang peramal berteriak kesakitan seraya berkata “Anakmu akan mati demi menyelamatkan ibunya !” Helena terperangah dan saat ini ketika Justin telah dewasa ramalan itu terbukti benar, Justin sedang menunggu penentuan hukuman mati dari Bindusara. Helena bergegas menuju ke penjara dimana Justin meringkuk disana “Bagaimana aku bisa meminta pengampunan dari kamu ? Kamu telah berkorban begitu besar, Justin” Justin menatap ibunya nanar “Aku melakukan hal ini bukan untuk kamu, ibu ,,, tapi demi anakku, Siamak” Helena tertegun

Sementara itu di ruang pribadi Bindusara, Bindusara sedang berbincang dengan Chanakya “Chanakya, aku ingin tahu kebenaran yang sesungguhnya, aku merasa aku sangat dekat dengan kebenaran itu tapi aku tidak bisa mengetahuinya, apa yang kamu pikirkan tentang Raja Nicator dan ibu suri Helena, apakah mereka terlibat dalam konspirasi ini dengan Justin ?”, “Aku belum mempunyai bukti bukti yang melawan mereka” ujar Chanakya “Aku berbicara tentang kecurigaanmu” Bindusara merasa geram “Kecurigaan itu ada disana, Justin selalu mendengarkan apa yang Helena katakan dan jika dia membuat konspirasi ini maka dia pasti menceritakannya sedikit tentang hal ini pada ibu suri Helena” ujar Chanakya

Ashoka samrat coverDi dalam penjara “Ibu, ketika ibu menghina Siamak tentang darah keturunan yang mengalir ditubuhnya, aku ingin menceritakan pada ibu bahwa dia memiliki darah keturunan dari aku, darahmu juga, aku merasa Siamak merasakan ketakutan itu hanya dari aku, aku tidak pernah bisa bertarung untuk mendapatkan hakku dan aku tidak pernah bisa bertarung untuk cintaku, aku selalu merasa ketakutan bila kenyataan yang sebenarnya terungkap, aku tidak pernah berambisi untuk tahtaku atau bahkan untuk menjadi seorang Raja” Helena sedih memandang wajah anaknya “Aku selalu siap menjadi pelayanmu atau tangan kananmu tapi aku tidak ingin itu terjadi pada anakku, apa yang tidak aku dapatkan, anakku harus mendapatkannya, apa yang terjadi padaku, seharusnya tidak akan pernah dialami oleh anakku, aku bisa mengerti kenapa Chanakya tidak pernah membuat Siamak menjadi seorang Raja, sama seperti aku yang dianggap sebagai orang Yunani meskipun aku memiliki setengah darah Maurya, sama halnya dengan Siamak yang terlihat sebagai seorang Khurasani, apa yang kurang pada diriku ? Apa yang kurang pada anakku ? Dia pintar, dia adalah seorang ksatria, dia hanya membutuhkan cara untuk menunjukkan apa yang ingin kamu tunjukkan padanya, kamu akan membuatnya menjadi seorang Raja, ibu ! Kamu dan impianku akan terpenuhi ketika Siamak menjadi seorang Raja” Helena menangis “Tapi bagaimana bisa aku melihatmu menderita?”, “Aku akan tetap hidup dalam diri Siamak, ibu” ujar Justin tegar

Di ruang pribadi Bindusara “Kita tidak mempunyai bukti apapun yang bisa melawan ibu Suri Helena”, “Kamu benar, Samrat … Kita belum mempunyai bukti bukti itu bahwa ibu Suri Helena terlibat konspirasi ini tapi ibu Suri Helena adalah ibunya pangeran Justin dan perasaan ini selalu bisa mempengaruhi kamu, sebelum kematian pangeran Justin, kita bisa menggunakan perasaan ini dan mengeluarkan kebenaran dari ibu Suri Helena , seseorang yang bisa melakukan semua ini untuk menjadikan anaknya menjadi Raja, dia tidak akan bisa membiarkan anaknya mati dengan cara seperti ini” ujar Chanakya

Kembali di dalam penjara “Anakmu akan mendapatkan apa yang pantas dia dapatkan tapi aku tidak akan membiarkan kamu mati, Justin ! Aku akan menceritakan semua ini pada Bindusara bahwa kamu itu tidak bersalah” Justin terkejut mendengar ucapan ibunya “Jangan ibu ! ibu jangan lakukan itu ! Ibuuu !” namun Helena telah bergegas meninggalkan Justin

Sementara saat itu Ahenkara sedang memandangi langit melalui sebuah jendela, Ahenkara sedang berdiri disana ditemani oleh Ashoka “Kamu tahu, Ashoka ,,, aku mempunyai seekor burung di istanaku di Ujjain, dia biasanya bernyanyi untukku, dia benar benar sangat indah, suatu hari sangkarnya terbuka, dia terbang keluar dari sana, aku baru menyadari kalau dia itu menunggu untuk dibebaskan, dia selalu bernyanyi untuk kebebasannya, aku yakin Samrat Bindusara akan merawat aku dengan baik tapi kenyataannya adalah aku tidak akan pernah kembali ke istanaku sendiri, istana dimana aku tinggal sejak aku masih kecil, dimana aku biasanya bermain disana” suara Ahenkara terdengar sedih dan lemah “Istana dimana aku selalu berlari lari ditaman, aku tidak akan pernah bertemu dengan teman temanku lagi, aku akan jauh dari ibuku juga, aku tidak tahu bagaimana keadaannya disana, dia telah kehilangan suaminya dan tidak akan pernah bertemu dengan anak perempuannya, aku tahu kamu pasti mengerti tentang semua ini, kenapa aku bicara seperti ini” Ashoka memandang Ahenkara dengan perasaan haru

“Apa yang kami lihat adalah karena yang terjadi pada saat ini, mungkin di masa depan nanti kamu bisa bertemu dengan ibumu” Ashoka mencoba menghibur Ahenkara “Itu tidak akan terjadi !” tiba tiba suara Sushima terdengar dibelakang mereka “Kenyataannya adalah kamu akan berada di istana ini dalam perawatan kami, kamu telah bermimpi menjadi seorang Ratu disini dan sekarang kamu akan tinggal disini sebagai seorang pelayan dan penghianat !” Ahenkara marah begitu mendengar ucapan Sushima yang mengejeknya dan berkata “Ayahmu telah berjanji padaku untuk memberikan aku kehidupan yang lebih baik dan dia tidak akan seperti kamu !” ujar Ahenkara ketus “Pangeran Sushima, kamu suka sekali mempermaikan perasaan seseorang, suatu hari kamu terbiasa membuat lelucon tentang aku dan lihat apa pelajaran yang kamu dapatkan, aku malah dihormati disini dan kamu seharusnya melihat bagaimana hari hari itu telah berubah” sela Ashoka “Aku memang benar tentang karaktermu, Ahenkara ,,, aku telah meninggalkan kamu lalu saat ini kamu berada dalam pelukkan Ashoka ?” Sushima kembali mengejek Ahenkara “Cuma kamu yang bisa berfikir serendah itu, pangeran Sushima ,,, itulah mengapa kamu tidak mempunyai teman !” ujar Ashoka kemudian berlalu meninggalkan mereka, Ahenkara juga mengekor dibelakang Ashoka meninggalkan Sushima.

Di kamar Noor, Khurasan menghempaskan Noor keatas ranjangnya, saat itu Noor masih mengenakan pakaian pelayan “Kenapa kamu menemui, Justin ? Aku tidak habis pikir, apa sih yang kamu lihat dalam diri Justin itu ? Aku tidak ingin kesalahanmu ini akan melukai Siamak ! Aku disini ingin membuatnya menjadi seorang Raja Khurasani, Siamak mempunyai darah keturunan Khurasani !” ujar Khurasan marah “Siamak juga mempunyai darah keturunan Yunani, bapa !” Khurasan terkejut “Apa kamu bilang ? Dia bukan seorang Maurya tapi seorang Yunani ? Apakah dia anak Justin ?” Khurasan tidak percaya dengan ucapan Noor

Di koridor tengah istana, nampak Helena sedang berjalan terburu buru menuju ke ruang pribadi Bindusara, namun ditengah jalan Nicator melihatnya dan mencegatnya “Helena, kamu mau kemana ?” Helena menatap marah pada Nicator “Ini semua karena kesalahan kita, aku tidak bisa membiarkan anakku mengalami semua ini, aku harus mengatakan yang sebenarnya pada Bindusara” ujar Helena kesal “Aku telah membuat Raja Jiraj agar tidak mengatakan yang sebenarnya dengan susah payah, mengapa sekarang kamu malah melakukannya ?” ujar Nicator sambil menggeret Helena ke sisi ruangan “Karena aku adalah seorang ibu ! apa perlunya aku hidup lagi ? Aku hanya mempunyai seorang anak laki laki, aku telah meninggalkan kehidupanku ! Aku tidak bisa melihat anakku mati sekarat, aku akan menyalahkan diriku sendiri !” Nicator menggelengkan kepalanya “Tapi itu semuanya telah terlambat, Helena ,,, kita bisa tertangkap !”, “Aku akan menyelamatkan kalian berdua, anakku dan ayahku, aku hanya akan menyalahkan diriku sendiri !” Helena terlihat bersungguh sungguh dengan ucapannya “Mereka akan menyelidikinya, mereka telah mencurigai kita, Chanakya akan menyelidikinya, mereka akan tahu semuanya, Helena ,,, kita bertiga akan ditangkap ! Kita semua akan mati ! Apa kamu pikir Bindusara akan membiarkan Justin hidup ?” Helena masih bersikeras dengan pendapatnya “Aku telah membesarkan Bindusara, dia sangat menghormati aku, dia akan mendengarkan ucapanku !” ujar Helena ketus “Aku tidak akan membiarkan kamu melakukan hal ini, Helena ! Ini adalah perintahku untuk tidak mengatakan apapun !” suara Nicator terdengar meninggi “Beberapa tahun yang silam ketika kamu kalah dalam berperang, kamu telah mengorbankan aku tapi aku tidak akan membiarkan anakku berkorban demi kamu sekarang !” ujar Helena kemudian berlalu dari sana “Semuanya akan segera berakhir !” ujar Nicator sambil memperhatikan kepergian Helena.. Sinopsis Ashoka Samrat episode 116 by Sally Diandra.

__Posted on
July 14, 2015