Sinopsis Ashoka Samrat episode 124 by Sally Diandra

Sinopsis Ashoka Samrat episode 124 by Sally Diandra. Di kerajaan Magadha, Bindusara sedang berada di kamarnya dengan perasan gelisah, Bindusara berjalan mondar mandir kesana kemari, saat itu Ahenkara menemui Bindusara, Bindusara segera meyakinkan Ahenkara untuk mengungkapkan padanya agar mengatakan semuanya dengan bebas apa yang dia inginkan “Apa yang telah ayahku lakukan itu memang salah tapi yang kamu lakukan itu juga salah dan aku tidak ingin ibuku melakukan kesalahan ini juga” ujar Ahenkara “Untuk memberitahu tentang kesalahan orang orang yang kamu sayangi kamu membutuhkan keberanian yang cukup besar dan aku juga menyadari mengapa anakku mencintai kamu, aku telah mencoba dengan jalan damai tapi ibumu telah membunuh utusanku” ujar Bindusara

Ashoka mendekati seekor kuda yang sedang beristirahat dan memberikannya minum, salah seorang prajurit menemuinya dan bertanya “Apakah kamu mau bergabung dengan pasukan kami ?” ujar si prajurit kemudian prajurit itu menceritakan tentang strategi perang mereka pada Ashoka, Ashoka hanya diam mendengarkan, tak lama kemudian prajurit yang lain menghampiri mereka sambil menegurnya “Tunggu sebentar ya agar aku bisa menyelamatkan diriku sendiri dari musuh ketika mereka menyerang Patliputra, oh iya dimana tenda Maharani Niharika, aku ingin melayani beliau” kemudian Ashoka berlalu meninggalkan prajurit itu dan mencoba mencari tenda Niharika bersama kedua temannya Subaho dan Vasunandan.

Bindusara sedang bersiap mengenakan baju perangnya, di bantu oleh para pelayannya, sementara Helena tidak ingin perang ini terjadi “Perang ini harus dihentikan ! Atau rencana mereka akan gagal dan Siamak tidak akan bisa menjadi seorang Raja ! Karena dengan begitu Bindusara dan Sushima akan semakin berkuasa !” ujar Helena “Tapi perang ini tetap akan terjadi dan sangatlah sulit untuk menghentikannya” ujar Mir Khurasan

Ashoka samrat coverAshoka sedang menuju ke teman temannya dan berusaha menghentikan mereka dan berkata “Kedamaian tidak akan bisa terjadi karena mereka saling beradu pendapat” saat itu Subaho meminum air dan baru menyadari kalau airnya itu beracun “Kita harus segera pergi dari sini dan memperingati semua orang di Patliputra kalau orang orang Ujjain telah memberikan racun pada air mereka” Ashoka dan kedua temannya berlari tapi mereka malah menemukan tenda Ujjain, Ashoka segera meminta ke dua temannya untuk bertahan dan menunggunya di balik bebatuan “Jangan biarkan Subaho tertidur, Vasu ! Kamu harus menjaganya” perintah Ashoka “Lalu bagaimana dengan kamu sendiri ?” tanya Subaho dengan mukanya yang pucat dan lemas “Aku akan mencari bantuan” ujar Ashoka kemudian pergi berlalu meninggalkan mereka “Subaho, kamu harus terus berbicara, kamu tidak boleh tertidur seperti yang dikatakan oleh Ashoka tadi” ujar Vasu dengan perasaannya yang cemas “Sepertinya badanku menggigil dan aku sudah tidak tahan lagi” Subaho sudah mulai meracau kesakitan “Subaho, Ashoka tidak akan membiarkan kamu mati, dia sedang mencari bantuan, kamu harus bertahan !” ujar Vasu panik

Saat itu Ashoka sedang mengintip di sebuah tenda milik Ujjain, Ashoka melihat ada tabib yang sedang berbicara dengan salah satu prajurit kemudian mereka pergi dari tenda itu, kesempatan tersebut dimanfaatkan Ashoka sebaik mungkin karena di dalam tenda terdapat tumbuh tumbuhan yang bisa mengobati segala macam penyakit, Ashoka teringat ucapan ibunya akan tumbuh tumbuhan itu.

Di tenda Niharika, Niharika teringat ketika Raja Jiraj bermain dengan sebuah boneka ketika dirinya masih hamil “Kenapa kamu harus pergi ?”, “Ini adalah kesempatanku untuk mengalahkan Bindusara, selama ini aku hanya seorang Raja yang di bawah kekuasaannya saja, aku tidak bisa berdiri sendiri ! Dulu Chandragupta bersama sama dengan Chanakya mengambil kemerdekaan kita dan aku tidak akan tergantung tapi akan pergi bersama sama dengan skema ini sehingga aku bisa membuat Ujjain merdeka untuk ahli warisnya nanti” ujar Raja Jiraj “Bagaimana jika terjadi sesuatu padamu ?” Niharika merasa cemas dengan keadaan suaminya “Berfikirlah positif dan jika terjadi sesuatu padaku maka kamu akan membawa mimpiku dan memberikan padaku sebuah Vachan untuk membuat Ujjain merdeka” Niharika tersenyum “Katakan pada anakku nanti kalau dia sudah lahir bahwa aku sangat mencintainya” ujar Raja Jiraj

Ashoka kembali menemui kedua temannya, saat itu Subaho sedang terengah engah dan lemas karena racun yang diminumnya, Ashoka segera meremas remas tumbuh tumbuhan tersebut dan mengambil airnya kemudian meminumkannya ke Subaho, setelah minum ramuan tersebut, Subaho langsung merasa enakkan “Bagaimana kamu bisa tahu tentang tanaman herbal itu ?” tanya Vasu penasaran “Dia pasti belajar dari ibunya” ujar Subaho, Ashoka hanya tersenyum, tak lama kemudian tiba tiba mereka melihat mereka telah di kepung oleh prajurit Ujjain “Siapa kalian ?”, “Aku adalah Ashoka dari Patliputra, aku datang untuk mencari Maharani Niharika !” ujar Ashoka lantang, ketika Ashoka mengangkat pedangnya, para prajurit itu melihat pedang Chandragupta Maurya ada ditangannya. .. Sinopsis Ashoka Samrat episode 125 by Sally Diandra.

__Posted on
July 29, 2015