Sinopsis Ashoka Samrat episode 179 by Sally Diandra

Sinopsis Ashoka Samrat episode 179 by Sally Diandra. Di kerajaan Magadha, Helena bertanya pada Charumitra “Maharani Charumitra, apakah pangeran Sushima sudah mengirimkan Aakramak untuk membawa Ashoka kembali ?”, “Iya sudah tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi, perang bisa saja terjadi juga” Charumitra merasa cemas karena belum ada kabar tentang Ashoka “Tidak ada seorangpun yang tahu apa yang akan terjadi, bangsa kita sedang resah karena Ashoka” Helena juga merasa cemas “Mereka akan mengingat Ashoka untuk sementara waktu saja tapi kemudian permasalahan yang lain akan datang silih berganti di depan mereka, akhirnya lama kelamaan mereka akan melupakan Ashoka lalu setelah itu anakku Sushimalah yang akan duduk di singgasana kerajaan Magadha” kedua bola Charumitra nampak berbinar terang ketika membayangkan Sushima menjadi Samrat selamanya “Untuk memastikannya ,,,” belum juga selesai ucapan Helena tiba tiba Siamak menghampiri mereka dan bertanya soal Ashoka “Rupanya Sushima ada disana sedang memikirkan hal ini” Charumitra segera meninggalkan ruangan itu begitu mendengar ucapan Helena “Charumitra itu tidak tahu siapa yang akan duduk di singgasana kerajaan Magadha” bathin Helena dalam hati ketika Charumitra berlalu meninggalkannya “Aku tidak percaya pada kak Sushima, itulah mengapa aku ingin menolong Ashoka” Siamak mulai peduli kembali dengan Ashoka “Ashoka itu tidak selugu itu, Siamak ,,, dia itu pintar untuk melindungi dirinya sendiri, dia tahu tentang ayahnya yang seorang Samrat tapi dia tetap menyembunyikannya” Siamak mendengarkan ucapan Helena “Ya, dia menunggu saat yang tepat” Helena membenarkan ucapan Siamak “Ashoka ingin memenangkan kepercayaan setiap orang, dia ingin menjadi orang yang hebat sebelum mengungkapkan kebenarannya dan sekarang seluruh bangsa tergila gila padanya, aku merasa dia akan merebut tahta kerajaan dari semua orang” Siamak menggelengkan kepalanya “Dia selalu bilang padaku kalau aku akan menjadi Samrat dan dia akan menjadi panglima perangnya” Helena hanya tersenyum sinis “Dia itu hanya membodohi dirimu saja, kamu itu masih anak anak, itulah mengapa kamu tidak mengerti tentang hal ini”

Di kerajaan Ujjain, Bindusara sedang berlatih pedang, gadis misterius yang bernama Mirka itu terus menerus mengawasi Bindusara dari kejauhan, salah satu prajurit menghampiri ke arah Bindusara dan mengabarkan padanya kalau mereka akan tinggal disana untuk sementara waktu, sementara itu Chanakya sedang mengecek keamanan di Ujjain, Mirka tersenyum ketika melihat Bindusara yang sedang berlatih pedang, dia melihat ada seekor kalajengking sedang berjalan ke arah Bindusara, Mirka segera berlari dan mengambil kalajengking itu dengan tangannya, kalajengking itu langsung menggigitnya, Bindusara terkejut dan segera memerintahkan prajuritnya untuk membawa Mirka ke tabib “Tidak ! Tidak usah, Samrat ,,, aku tahu bagaimana caranya mengeluarkan racun dari tubuhku” Mirka bersikeras tidak ingin dibantu “Tapi tugasku adalah untuk melindungimu” tak lama kemudian Mirka dibawa oleh para prajurit ke tabib

ashoka cover122Di kerajaan Magadha, seorang pelayan yang membantu Ahenkara melarikan diri memasuki kamar Ahenkara, saat itu sang pelayan datang bersama dengan Sushima sambil membawa batu bara “Aku minta maaf, Samrat ,,, aku telah melakukan kesalahan” pelayan itu merasa ketakutan di depan Sushima “Kamu telah menentangku, sekarang aku akan memberikan kamu sebuah hadiah” Sushima langsung membakar wajah pelayan itu dengan batu bara, pelayan itupun pingsan, Ahenkara sangat terkejut dan panik melihat penyiksaan Sushima pada pelayannya, Sushima kemudian mendekat ke arah Ahenkara dengan batu bara yang membara dan berkata “Kamu telah menipu aku, kamu mencoba untuk lari dariku, aku telah menghukum pelayanmu itu tapi jika aku tidak menghukum kamu maka semua orang pasti mengira kalau aku ini bukanlah Samrat yang adil, apakah kamu ingin semua rakyatku mengatakan hal ini pada calon suamimu ?” Ahenkara hanya terdiam ketakutan, Sushima mencoba membakar wajah Ahenkara dengan batu bara yang membara namun tiba tiba diurungkan niatnya itu sambil berkata “Wajahmu itu sangat cantik, wajah yang menunjukkan kesedihan, airmata, ketidakberdayaan, jika aku membakarnya maka bagaimana aku bisa mendapatkan kebahagiaan ?” Sushima kemudian mendekati adik Ahenkara yang masih bayi, Sushima hendak membunuhnya namun Ahenkara segera berteriak “Jangan ! Jangan lakukan itu, akulah yang melakukan kesalahan, hukumlah aku ! Tapi jangan sakiti adikku” Ahenkara menangis ketakutan, sementara Sushima malah tersenyum senang “Ayoolah kita bersenang senang sekarang”

Di kerajaan Ujjain, Mirka sedang di rawat di klinik tabib, sang tabib meminta Mirka untuk menunjukkan dimana bekas gigitan kalajengking tadi “Aku tidak membutuhkan pengobatan apapun, aku baik baik saja” Mirka tetap bersikeras tidak mau di obati “Biarkan aku mengeceknya” sang tabibpun segera mengecek tangan Mirka dan berkata “Kalajengking itu tidak menggigit kamu, kamu baik baik saja, aku akan mengabarkan pada Samrat Bindusara” namun belum juga sang tabib beranjak dari kursinya, Mirka dengan sigap menancapkan kukunya ke tangan sang tabib, sang tabib tewas seketika itu juga “Aku adalah wanita beracun, aku telah diberi tugas untuk membunuh Bindusara, dia harus mati ditanganku !”

Di kerajaan Magadha, Sushima membawa sebuah papan dimana terdapat duri duri di atasnya, Sushima menyuruh Ahenkara menari untuknya di atas papan itu atau dia akan membunuh adik Ahenkara yang masih bayi, dengan wajah ketakutan dan ngeri Ahenkara menari diatas papan tersebut untuk Sushima, telapak kakinya berdarah, Ahenkara menangis namun tetap berusaha untuk terus menari, Sushima merasa puas melihatnya “Kenapa kamu tidak mengerti juga kalau kamu itu sangat penting buat aku, para prajuritku akan selalu mengawasi kamu ! Jika kamu mencoba untuk lari lagi maka adikmu ini yang akan aku bunuh ! Ini adalah peringatan terakhirku !” ujar Sushima kemudian berlalu meninggalkan Ahenkara, Ahenkara segera menghampiri adiknya dan berkata semuanya akan baik baik saja, namun kakinya terluka dan mengeluarkan banyak darah

Di tempat Ashoka, Ashoka berkata pada Shtrujeet (temannya) “Percayalah padaku kalau Samrat Bindusara tidak terlibat dengan ini semua, aku akan bicara dengan Samrat Bindusara ketika dia sudah kembali nanti” Ashoka berusaha meyakinkan teman temannya “Kami ini sekarat dan jika kami mati maka kami akan mati setelah membunuh dan menciptakan huru hara dimana mana, kami akan memaksa orang orang kerajaan untuk meninggalkan rumah mewah mereka !” ancam Shtrujeet “Kita harus mencari jalan keluar” Shtrujeet segera menampar pipi Ashoka dengan keras sambil berkata “Kamu telah menjadi Rajvanshi juga sekarang !”, “Kamu boleh memukulku tapi aku akan tetap mengingatmu sebagai temanku” Shtrujeet kembali menampar pipi Ashoka kemudian Shtrujeet memerintahkan pada anak buahnya untuk mencari tahu apakah Patliputra telah menerima permintaannya atau tidak, pada saat yang bersamaan Aakramak telah mencapai sana dengan pasukannya, Aakramak menyerang Shtrujeet, Shtrujeet mulai meninggalkan tempat itu bersama Ashoka, Ashoka meminta agar Shtrujeet melepaskan penutup mata pada matanya, Shtrujeet segera melepasnya, Ashoka juga meminta untuk agar Shtrujeet melepaskan ikatan tali di tangannya karena dia akan membantu mereka “Aku harus menghentikan serangan ini atau tidak ada seorangpun yang akan tetap hidup dan kebenaranmu tidak akan pernah terungkap, pecayalah padaku untuk terakhir kalinya sebagai seorang teman !” tepat pada saat itu salah seorang prajurit datang dan menyerang Shtrujeet tapi Ashoka berhasil mendorong prajurit itu ke belakang hingga jatuh terpelanting, Ashoka menyelamatkan nyawa Shtrujeet, Shtrujeet berusaha untuk membunuh prajurit tadi namun Ashoka melarangnya “Ingat tujuanmu adalah untuk mendapatakan keadilan bukan untuk membunuh siapapun !” Shtrujeet tersenyum mendengar ucapan Ashoka sambil melepaskan tangan Ashoka dan memberikan pedang Ashoka, dirinya sendiri membawa pedang yang lain “Kita harus segera pergi dari sini !” Shtrujeet mengangguk menyetujui permintaan Ashoka

“Ada sebuah jalan rahasia untuk keluar dari sini tapi biarkan aku yang mengeceknya terlebih dulu jika ada bahaya di ujung sana” Shtrujeet segera mengeceknya namun tidak kembali lagi, Ashoka berupaya untuk mengeceknya juga tapi dia tertangkap oleh pembunuh bayaran yang dikirimkan oleh Khalatak, pembunuh itu menghunuskan pedangnya di leher Shtrujeet, Ashoka sangat marah dan mencoba untuk bertarung dengan pembunuh tersebut tapi pembunuh itu hanya mendorongnya hingga terjatuh di tanah “Mereka itu mengirimkan aku untuk membunuh kamu tau !” si pembunuh hendak membunuh Ashoka, namun Ashoka segera melemparkan pasir kearah mata si pembunuh sehingga si pembunuh tidak bisa melihat dengan jelas, Ashoka segera mengambil kesempatan ini dengan memukul si pembunuh dengan batu, pembunuh itupun jatuh pingsan, Ashoka menghampiri Shtrujeet dan memintanya untuk membuka matanya “Aku ingin kamu percaya padaku kalau aku selalu bersama kamu, sekarang dia akan mengatakan padaku tentang kejahatannya” tiba tiba Shtrujeet siuman “Aku akan mencari bala bantuan” namun pada saat yang sama si pembunuh tiba tiba menghampiri Ashoka dan mendorong Ashoka ke tebing, Ashoka berteriak memanggil ibunya “Ibuuuu !!!” Aakramak yang juga berada disana melihat Ashoka yang jatuh dari tebing….  Sinopsis Ashoka Samrat episode 180 by Sally Diandra

__Posted on
October 7, 2015