Sinopsis Ashoka Samrat episode 236 by Meysha Lestari

Sinopsis Ashoka Samrat episode 236 by Meysha Lestari. Kichak menanyai peramal tentang masa depannya, “apakah aku akan menjadi ayah? Akankah ada orang yang duduk ditahta setelah aku?” Seorang wanita yang adalah istri Kichak menatap dengan penuh harap. Peramal berkata, “perubahan pasti akan terjadi di masa depan. Aku melihat anak Tejasvi yang duduk ditahta setelah dirimu. Dia akan menjadi contoh bagi india di masa depan. Ketenarannya tidak akan terbatas hanya pada Tashila.” Istri Kichak tersenyum malu-malu. Kichak tidak menunggu hingga si peramal mengatakan semuanya. Dia terlanjur bahagia, “artinya anakku pasti akan lahir. Aku sangat ingin mendengar kabar ini saja.” Dia memanggil istrinya, sang istri keluar. Si peramal tak bisa berkata apa-apa. Kichak memberinya hadiah berupa emas. Si peramal kemudian pergi tanpa mengatakan yang sebenarnya. Kichak ingin mengadakan perayaan, “kita akan mengorbankan manusia sehingga tidak akan ada tintangan dalam perjalanan hidup kita.” Si istri, Bhami merasa kalau hal itu tidak benar, bahwa mereka akan membunuh orang untuk mendapatkan orang lain.” Kichak membentak Bhami kerana menggunakan otaknya untuk berpikir, “aku tidak akan bisa melakukan apapun jika aku mendengarkan dirimu. Putraku akan menjadi contoh bagi seluruh dunia. Di akan menunjukan itu untuk memerintah, kau bahkan tidak perlu mempunyai darah bangsawan. AKu tidak akan menerima rintangan di jalanku bahkan jika itu dirimu!” Setelah berkata begitu dengan kesal Kichak pergi. Bahmi berdoa semoha suatu saat suaminya menyadari kebodohannya, “dia harus menyadarai bahwa untuk mencapai impiannya, dia telah menghancurkan kehidupan banyak orang.”

Dengan sopan Ashoka menolak permintaan Amadhya Raakshas, “Dharmaku adalah untuk menjaga ibuku dan mendapatkan perawatan untuknya. Aku harus segera mencapai misiku secepat yang aku bisa.” Amadhya Raakshas merasa gembira mendengar kata-kata Ashoka, “kau boleh datang menemuiku jika membutuhkan sesuatu di Taskhila.” Ashoka mengangguk. Amadhya peri. Ashoka dan Kaurvaki saling tatap. Mereka mulai bicara tentang masalah yang sama. Kaurvaki bertanya mengapa Ashoka berjuang untuknya. Ashoka dengaan menjawab bahwa dirinya akan melakukan hal yang sama kalau ada gadis lain yang ada dalam posisinya. Kaurvaki menyela, “aku tidak mengerti dirimu. Kau coba meyembunykan dirimu dengan mengatakan kalau kau anak nelayan. Tapi disisi lain, kau bertarung layaknya seorang prajurit hanya untuk sebuah gelang?” Ashoka coba menutupi kecurigaan Kaurvaki dengan mengatakan kalau gelang itu adalah pemberian ibunya, “4 pilar kehidupan sehingga kai tidak akan goyah dari tujuanku, yaitu kekuatan, keberanian, kesabaran dan kepercayaan.” Dalam hati Ashoka berpikir kalau apa yang dia sebutkan tersebut adalah 4 pilar yang akan menyatukan India. kata Ashoka, “ibuku bilang hidup seseorang harus berazaskan 4 pilar ini saja.” Kaurvaki ashoka cover122berpikir kalau 4 pilar yang disebutkan Ashoka juga penting untuk mensukseskan misinya. Kaurvaki berlomentar kalau ibu Ashoka telah membersarkan Ashoka begitu rupa seolah-olahnya putranya adalah pangeran Magadha. Ashoka beralasan bahwa bagi semua ibu, anak perempuannya seperti seorang puteri dan anak lelakinya seperti seorang pangeran, “kini giliranku bertanya. Kenapa kau menyelamatkan aku? Mengapa kau mencariku? Ketika semua orang coba menyelamatkan diri mereka, kenapa kau memikirkan aku?” Kaurvaki menjawab pertanyaa Ashoka denagn jawaban yang sama seperti yang dia berikan saat dirinya bertanya.

Mereka mendengar pelaut mengucapkan terima kasih pada penumpang karena telah berhasil melalui situasi buruk yang mereka hadapi di kapal dengan baik. Kata pelaut, “perjalanan kita telah berakhir sekarang. Kita telah di tujuan!” Ashoka dan Kaurvaki kembali saling tatap.

Kichak berpidato. Katanya, “beberapa tahun yang lalu, adakah diantara kalian yang berpikir bahwa kita akan berdiri di Takshila seperti ini? Kita akan memiliki hak untuk membuat peraturan. Ashoka sudah mati. Aku tidak akan mengatakan ini sebagai kebenaranku. Karena kemenangan masih jauh! Aku harus mencapai Patliputra, Kalinga! Kita harus mengumumkan bahwa kita merdeka dan berani. Siapapun bisa menjadi berani.” Seluruh istana setuju dnegan kata-kata Kichak. Kichak menambahkan bahwa kehormatan mereka akan meningkat jika bila kehormatannya bertambah. Kichak mengatakan kalau tujuannya hanya satu yaitu membuat seluruh rakyat Tashilaa percaya bahwa hanya ada satu raja sejati, yaitu KICHAK!” Semua orang bersoarak dan mengelu-elukan Kichak. KIchak telah mengerahkan 4 orang kepercayaannya yang akan menyebarkan berita ke seluruh rakyat. Mereka adalah Agnibahu -menteri pendidikan yang akan memastikan bahwa semua orang tahu tentang cerita Mahanayak Kichak. Menurut Kichak rakyat di beri pendidikan tentang mahanayak Kichak dan mereka hanya berdoa untuk Kichak saja. Menteri selanjutnya, Dhabajay-menteri perdangangan, tugasnya memastikan kas negara selalu penuh dan rakyat tidak berani menentang raja mereka Mahanayak Kichak.  Virayan – menteri keamanan internal, tugasnya menyebarkan terror sehingga tak seorangpun berani memberontak pada mereka. Kichak berkata, “kesuksesan sebuah negara tercermin dalam sistem peradilannya. hanya raja yang bisa melakukan itu. Dan itu hanya ada di tangku saja. Aku akan memastikan kalau aku akan membuat hukum/aturan yang akan menguntungkan kita saja. Aku akan mengajari pemberontak apa artinya keadilan. Kitaa adalah 4 pilar Takshila. Kita akan menghapus nama  Dinasti Maurya  dari bumi ini.” Semua orang kembali besorak.

Radhagupta meminta Bindusara agar mengizinkannya peri ke Takshila. Bindu bertanya mengapa Radha ingin peri ke Tashila. Radha beralasan kalau dirnya ingin memberi peringatan pada mata-matanya sebelum Shushim tiba di sana, hak tersebut akan membantu Shushim. Bindu setuju dan meminta agar dirinya selalu di kabari. Radhagupta setuju.

BIndusara memikirkan Ashoka. Dengan sedih dia menatap pedang Chandragupta Maurya. Rasa sakit karena kehilangan Ashoka hanya akan hilang kalau dia mati. Bindu mengelus pedang itu dan berkata, “aku merindukanmu, nak. AKu berharap aku bisa mengatakan padamu betapa aku sangat bangga padamu. AKu harap aku bisa mengatakan padamu betapa aku mencintaimu!”

Ashoka bertanya pada Kaurvaki apa yang telah terjadi? Kaurvaki menjawab kalau tidak ada apa-apa. Ashoka mengatakan bahwa orang mengakan semuanya dengan berkata tdiak apa-apa, “dalam perjalanan ini, aku tidak dapat mengetahui siapa dirimu dan mengapa kau datang kemari. Tapi aku mengerti kalau kau sangat pemberani.” Ashoka memberikan cangkang keong pada kaurvaki, “ini akan merubah butiran pasir menjadi mutiara. Seperi dirimu. Kau dapat merubah hidupmu menjadi indah seperi mutiara jika kau menjaga keyakinanmu.” kaurvaki berrkata kalau dia tdiak mengerti siapa sebenarnya Ashoka, “tapi aku yakin, ada sesuatu yang sangat penting yang ingin kau capai dengan usahamu sendiri. Kebenarannya adalah kau tidak sendiri.” Kaurvaki juga memberinya hadiah, “kau akam selalu mendapatkan doa dan berkat dari semua orang yang mempercayaimu.” Mereka berdua saling pandang dengan tatapan sedih ketika orang-orang memanggil mereka.

Kaurvaki pergi menghampiri Amadhya raakshas. Ashoka menatap kepergian Kaurvaki. Ashoka jadi ingat kalau Kaurvaki adalah penjual buah yang sama yang telah dia ikuti di pasar hari itu. Seorang biksu membaca mantra saat dia mencapai pintu gerbang utama. Amadhya berpikir kalau akhirnya dia mencapai tempat dari mana misinya akan di mulai. Dunia akhirnya akan mengerti bahwa ada seseorang yang lebih unggul daripada Chanakya, “Chanakya yang memulai pemerintahan DInasti Maurya dan aku yang akan mengakhirinya sekarang.” Amadhya melangkah memasuki pintu gerbang utama bersama para biksu dan Kaurvaki.

Seorang prajurit menampar biksu karena menyebut nama Kichak, “beraninya kau menyebut nama dari guru kami. Dia di panggil Mahanayak.”   Amadhya mengatakan kalu mereka hanya ingin bertemu mahanyak dan memberkatiinya, :ini akan membantunya maju mencapai tujuan dalam hidupnya. Prajurit menjawab kalau Kichak tidak butuh berkat seperti itu. Amadhya menekankan bahwa tidak ada salahnya mendapatkan berkat dari seseorang ketika kau mempunyai tujuan yang besar. Si ptajurit mendorong Amadhya dan pergi dari sana.

Ashoka juga memasuki pintugerbang Taskhila. Dia menyentuh tanah dengan keningnya. DI ateirngat kata-kata terakhir Chahakya dan kata ibunya, “semua orang beprikir kalau Achary Chanakya dan Chandragupta Maurya memulai dinasti Maurya dari tempat ini. Mereka tidak mengerti bahwa itu adalah awal dari mimpi mereka untuk menyatukan India. Taskhila coba mennghancurkan mimpin yang sama sekarang. AKu bersumpah bahwa aku tidak akan membiarkan hal ini terjadi. AKu akan membuang semua hal negatif dari sini dan menetapkan 4 pilar yang akan menyatukan Inddia. Aku akan mengakhiri kekejaman Kichak!” Sinopsis Ashoka Samrat episod2 237 by Meysha Lestari

Read more