Sinopsis Gangaa episode 31 by @MeyshaLestari

Sinopsis Gangaa episode 31 by @MeyshaLestari (13 April 2015/16-12-2015) Madhvi memeluk Gangaa dengan perasaan haru. Gangaa teringat akan bapaknya. Dulu saat dia sakit, bapak merawatnya. Dia sangat sedih melihat Gangaa seperti itu. Bapak memeluknya untuk membuat gangaa merasa lebih baik. Kata bapal waktu itu “demammu pasti akan hilang kalau ibumu ada di sini dan memelukmu seperti ini.” Gangaa memeluk bapaknya dengan erat. Bapak menjelaskan bahwa semua kesakitan akan hilang karena kasih sayang ibu, karena sentuhan ibu. Teringat itu, Gangaa memeluk Madhvi dengan erat sambil memejamkan mata. Madhvi menangis dan kemudian mencium kening Gangaa dengan lembut. Kata Madhvi, “nenek pasti telah memarahimu dan membentakmu juga.” Gangaa menyahut, “tidak apa. Saya memang salah. Saya sanggup menanggung omelannya, hukumannya dan saya juga akan terus berpuasa.” Madhvi memutuskan akan bicara pada nenek tapi Gangaa melarangnya karena dia tidak ingin bibi Sudha menang< “saya akan terus berpuasa.” madhvi tersenyum mendengar tekad Gangaa, “puasa itu benar-benar berat. Kau tak akan sanggup menyelesaikannya. Aku akan bicara pada nenek.”

Madhvi mengatakan segalanya pada nenek. Nenek menyahut kalau dirinya sudah tahu bahwa Sagar juga terlibat, “tapi kau jangan memberitahu siapapun. Kau tahu bagaimana Niranjan akan bersikap..”

Niranjan menuju kekamar anak-anaknya dan menanyai mereka tentang insiden malam kemarin, “aku yakin salah satu dari kalian ada bersamanya, tapi siapa? Aku ingin mendengar dari mulut pelakunya langsung. Katakan padaku, siapa yang mencuri mathri? Siapa yang ingin di lindungi Gangaa dengan kediamamnya?” Kedua anak lelaki itu terdiam. Niranjan berkata dengan kesal, “sekarang aku akan menghukum kalian berdua, bahkan yang tidak terlibat dalam insiden itu akan mendapat hukuman.” Setelah berkata begitu, Niranjan keluar dari kamar anak-anaknya.

sinopsis gangaaMadhvi setuju untuk tidak memberitahu siapapun, “tapi anda tahu bahwa Gangaa tidak bersalah. Tolong maafkan dia. Tolong jangan membuatnya tetap berpuasa.” Nenek tertap pada pendiriannya, “beraninya dia melawan aku? Aku sudah bilang agar tidak memakan makanan itu setelah matahari terbenam, tapi dia tidak mendengarkan aku.” Madhvi memberitahu nenek kalau Gangaa tidak memakan mathri itu, “dan lagi itu adalah kesalahan Sagar, lalau mengapa kita menghukum Gangaa?” Nenek kesal karena Madhvi menyalahkan Sagar, “Sagar tidak bersalah. Gadis itu terlalu cerdas untuknya. Dia pasti yang telah mendorong Sagar agar melakukan itu. Tak mungkin sebaliknya. Aku tidak punya permusuhan dengan Gangaa. Kau meminta aku memaafkan Gangaa, tapi orang hanya memaafkan dia yang meminta maaf. Gadis sombong itu tidak meminta maaf padaku lalu bagaimana aku bisa memaafkan dia?” Nenek memberi syarat kalau dirinya tidak akan membuat Gangaa melanjutkan puasanya kalau dia meminta maaf. Madhvi terlihat gembira mendengarnya.

Sagar menemui Gangaa dan bertanya apakah dia mengatakan yang semuanya pada ayahnya, Kenapa kau tidak mengatakan namaku?” Gangaa menjawab dia melakukan itu karena itu akan membuat Sagar mendapat masalah, “aku tidak mencurangi siapapun.” Sagar memberitahu Gangaa kalau dirinya juga sudah memberitahu nenek. Gangaa tidak percaya karena sampai sekarang nenek tidak mengatakan padanya untuk membatalkan puasa. Sagar kaget, “sekarang di sudah tahu bahwa aku yang melakukan kesalahan. Dia yidak akan membuatmu terus berpuasa.” Mahdvi datang dan bergabung dengan keduanya. Kata Madhvi, “nenek bilang, dia akan memaafkan mu tapi dengan satu syarat, kau harus meminta maaf padanya.” Gangaa menjawab kalau dirinya tidak melakukan kesalahan apa-apa. “Madhvi mengingatkan tentang matahari terbenam. gangaa bertanya padanya, “apakah anda juga percaya kalau janda seharusnya tidak makan sesuatu setelah matahari terbenam?” Gangaa dan Sagar menunggu jawaban madhvi, “jika anda mengatakan padaku kalau itu benar, maka saya akan meminta maaf pada nenek.” Madhvi menjawab denganbijak, “hal itu mungkin tidak terlalu benar, tapi apa salahnya minta maaf pada nenek? Setidaknya kau akan terbebas dari hukuman.” Gangaa memberitahu Madhvi bahwa bapaknya pernah berkata, “seseorang yang minta maaf hanya untuk kebaikannya semata, seseorang yang berbohong, dan seseorang yang mengatakan janji palsu adalah pengecut. Saya bukan pengecut.” Madhvi dan Sagar tetap membujuk Gangaa agar meminta maaf pada nenek.

Nenek mendengarkan percakapan mereka. Gangaa tetap bersikeras, “saya akan meminta maaf 100 kali kalau saya salah. Saya juga dapat menyentuh kaki nenek dan melakukan apapun yang dia katakan. Tapi saya tidak akan meminta maaf hanya untuk kesenangan saya semata ketika saya tidak bersalah.” Mendengar itu nenek mendekat,  “lihat betapa keras kepalanya gadis ini. Api di matanya, kemarahannya, terlalu banyak. Aku harus mematahkan semua itu atau dia akan menghancurkan rumah ini suatu ketika. Kita harus keras padanya mulai sekarang. Apapun boleh terjadi, tapi dia tetap harus melanjutkan puasanya.”

Maharaj komplain dengan cara kerja pelayan yang lambat. Nenek memberi tugas pada gangaa untuk membersihkan peralatan puja. madhvi menawarkan diri untuk melakukannya. Nenek memberi pilihan agar melanjutkan puasa atau membiarkan Gangaa belajar melakukan beberapa pekerjaan. Gangga menyakinkan Madhvi kalau dia akan melakukannya, “nenek benar, bagaimana saya akan belajar kalau tidak melakukannya?” Nenek menyuruh Gangaa pergi bersama maharaj sehingga dia bisa membimbing Gangaa bagaimana melakukan semuanya. Pelayan di beri izin untuk pulang kerumahnya.

Maharaj memberi petunjuk pada Gangaa lalu meninggalkannya bersama peralatan puja. Nenek mengajak Madhvi merencanakan menu untuk esok hari. Sagar mendekati Gangaa. gangaa menyakinkan Sagar kalau dia bsia melakukan semuanya, “ini tidak terlalu sulit.”

Setelah selesai, Gangaa menunjukan hasil kerjanya pada nenek. Nenek tidak menemukan kesalahan apapun. Nenek kemudian mengajak Gangaa membantunya menyiapkan pemujaan. Sagar sangat mengkhawatirkan Gangaa. Gangaa menuruti semua yang di suruh nenek.

Esok harinya mereka duduk bersama untuk menikmati sarapan. Maharaj  memberikan Gangajal pada nenek. Nenek sekali lagi menunjukan pada Gangaa bahwa itu akan menjadi puasa yang sulit. Dia menjelaskan tentang ritual puasa pada Gangaa, “tidak ada makanan atau air selama 24 jam. Aku memberimu kesempatan terakhir. Kau bisa menghindari puasa kalau meminta maaf padaku. Tapi begitu kau mengambil gangajal ini, kau harus berpuasa. jadi mana yang kau pilih, minta maaf atau puasa?” Gangaa mengulurkan tanganya sehingga nenek bisa memberikan gangajal padanya…. Sinopsis Gangaa episode 32 by @MeyshaLestari
__Posted on
December 15, 2015
__Categories
Sinopsis Gangaa