Sinopsis Ashoka Samrat episode 249 by Meysha Lestari.

Sinopsis Ashoka Samrat episode 249 by Meysha Lestari. Kichak tidak berhasil menemukan Ashoka. Karena Ashoka telah berada di suatu tempat bersama Achary Devrat. Achary Devrat bertanya tentang kaurvaki yang masih pingsan pada Ashoka. Ashoka menceritakan bagaimana dia bertemu dengan Kaurvaki, “dia membantuku mendapatkan peta. Dia juga masuk ke istana Kichak bersamaku. Maafkan aku, tapi aku tidak punya pilihan lain selain membawanya pergi bersamaku. Prajurit Kichak hendak menyerangku dan dia menghalangi mereka dan terluka. Dia kehilangan banyak darah. Dia butuh perawatan secepatnya!” Ashoka menatap Kaurvaki yang masih pingsan dan mebucapkan terima kasih pada Achary Devrat, “anda telah menyelamatkan kami…hingga kami tiba di sini dengan selamat.” Achary Devrat berkata bahwa kali ini, bukan dia yang menyelamatkan Ashoka, “orang yang ingin memberontak pada Kichak bukan hanya ada di luar istana..” Ashoka baru menyadari kalau ada orang lain selain Achary Devrat di tempat itu. Orang itu berdiri tak jauh darinya dengan wajah mengenakan cadar hitam. Ketika cadar di buka, nampaklah bahmi, istri KIchak. Ashoka kaget….

Kichak ingin tahu siapa yang telah menolong Ashoka melarikan diri dari istana, “aku tidak akan mengampuni orang itu. Kichak hendak menyakiti kepala keamanan ketika Nayak menghalanginya. Kichak mengingatkan Nayak bahwa dengan melakukan itu dia telah menghina sumpah leluhurnya. Nayak menyangkal, “akan lebih menghina kalau aku tidak menghentikan anda. Leluhurku bersumpah untuk menyelamatkan hidup orang yang duduk di tahta. Anda memanggil kematian anda sendiri jika membunuh Mahanand karena dia telah meninggalkan pesan di benteng> Kalu dia tidak kembali setelah 8 hari maka Samrat Bindusara haru di beri peringatan..” Mahanand menambahkan, “..itu artinya samrat akan menyerang Takshila dengan semua pasukannya. Di tambah dengan prajuritku juga. Akan sangat mustahil bagimu untuk menyelamatkan diri.” Kichak tertawa, “Ashoka dan koin emas kerajaan akan menjadi milikku sebelum 8 hari..” Kichak menyuruh prajurit membawa pergi Mahanand dan bertanya tentang Agnibahu.

Bhami berkata, “aku tahu apa yang kau pikirkan. Jika aku tahu jalan keluar dari istana lalu mengapa aku membiarkan suamiku menyiksaku atau mengapa aku tidak memberontak secara terbuka. Ini adalah cara termuda keluar dari situasi ini meskipun ini bukan cara yang benar. Lichak menikahiku karena aku berasal daari keluarga yang berpengaruh di Takshila. Awalnya aku mendukung dia seperti layaknya seorang istri yang baik.  tapi kemudian aku tahu kalau dia tidak mencintai tanah airnya. Aku harus memilih antara suamiku dan tanah airku dan aku memilih tanah airku. AKu bisa merbagi inforamsi dengan semua pemberontak dengan mudah. Bukan tugas yang sulit bagiku untuk membunuh Kichak. Jika aku melawan secara terbuka maka itu akan menjadi tantangan yang bodoh, seperti yang kau lakukan. Jika kau ingin melakukan sesuat yang sbesar, maka semua rencana dan tindakan harus sesuai denganya. Mulailah untuk berpikir. Akan ada masalah tapi kau pasti akan mengalahkan mereka, seperti yang aku lakukan. Aku idup dengan Kichak tapi aku telah menjadi mata-mata untuk pemberontak. kau mungkin punya koin emas kerajaaan tapi kau tak akan tahu apa yang bis di lakukan Kichak untuk merampasnya darimu.” Achary Devrat menyuruh Bhami kembali ke tempatnya sebelum semua orang menyadari kalau dia tak ada di istana. Bhami menurut dan dia beranjak pergi. Achary Devrat mengajak Ashoka pergi bersamanya, “banyak orang sedang menunggumu!”

Orang-orang membicarakan keraguan meeka bahwa Kichak akan menyiksa Ashoka, “bisakan kalian menjadi jahat seperti dirinya untuk mengatasi dia? Bahkan Sudama yang punya koin kerajaan, tapi Kichak masih juga melemparkannya pergi dari tahta.” Achary Devrat mengingatkan Ashoka agar siap dengan segala konsekuensinya, “kichak akan melakukan apapun dan segalanya untuk menemukanmu. Masalah semakin bertambah.” Seorang wanita memberitahu mereka kalau Kaurvaki telah sadar. Ashoka  bergegas menghampirinya.

Kaurvaki menginggau memanggil ayahnya dalam keadaan setengah sadar. Ashoka duduk disampingnya. kaurvaki memegang tangannya, “jangan tnggalkan aku!” Ashoka meyakinkan Kaurvaki kalau dia akan tinggal bersamanya, “aku di sini bersamamu!” Wanita itu memberitahu Ashoka kalau Kaurvaki kehilangan banyak darah, “tidak ada yang pasti tentang dia hingga dia tersadar.” Ashoka menyuruh wanita itu peri istirahat.

Ashoka menatap kaurvaki dan mengingat pertemuan mereka dulu, “tak ada yang berjalan dengan benar sejak aku pergi ke Takshila. Tapi sekarang aku tahu masalah di belakang it semua adalah untuk bertemu denganmu. Bahkan di saat yang peling gelap kau seperti lampu yang membawaku keluar dari masalah. kau adalah harapanku! Aku tidak tahu apakah aku mulai cemas atau perhatian padamu dalam pertarungan itu. Entah kapan aku mulai merasa seperti milikku. Aku telah kehilangan banyak dalam perjalanan ini. Aku menanggung semuanya. Tapi aku tidak akan sanggup menanggungnya jika kehilangan dirimu.”

Kichak bertanya pada Agnibahu tentang patung yang dia bicarakan, “apa maksudnya?” Saudara perempuannya menyuruh Kichak fokus pada Ashoka. Kichak menjawab bahwa menemukan Ashoka berarti harus mengejarnya, “jika dia ingin membunuhku, maka dia harus datang kehadapanku. AKu pasti akan memberinya kesempatan itu.” Kichak bertanya pada Agnibahu apakah patungnya sudah selesai? Agnibahu meminta di beri waktu seminggu. Kichak menolak, dia memberi Agnibahu waktu hingga besok siang. Agnibahu setuju. Kichak menyuruh Agnibahu mendapatkan pekerja sebanyak yang dia butuhkan untuk menyelesaikan itu semua. Agnibahu juga harus mengumpulkan anak-anak sebanyak-banyaknya. AGnibahu mengangguk.

Kichak beralih pada Veerayan, “perketat keamanan sehingga tak ada seorangpun yang bisa masuk kedalam istana tanpa sepengetahuanku.” Veerayan mengangguk. Kichak meminta kakaknya untuk membuat persiapan, “akan ada darah Maurya yang di korbankan di patung saudaramu besok.” Dia mengingatkan Kichak kalau Ashoka pasti akan tahu tentang ketanya keamanan, “mengapa dia akan membiarkan hidupnya dalam resiko?” Kichak yakin bahwa Ashoka pasti akan datang besok, “kalau tidak semua anak di taskhila akan di korbankan satu persatu hingga Ashoka datang padaku! Di aharus memilih antara dirinya sendiri dan rakyat takshila. Sepanjang pengetahuanku, dia tidak akan mencemaskan dirinya sendiri, dia akan datang untuk menyelamatkan anak-anak itu. Dia akan mengundang kematiannya sendiri!”

Ashoka sangat merindukan Dharma, “bagaimana dia akan hidup tanpa aku? Dia pasti telah mendengar tentang kematianku. AKu tidak bias mengirim surat padanya hingga misiku tercapai. Keberadaanku akan segera di ketahuinya begitu aku menang.” Kaurvaki terbangun, “aku tidak tahu kalau seorang ksatria pemberani bisa menangis juga.” Ashoka menghapus airmatanya, “aku tidak mau bicara padamu!” Kaurvaki ingin mengerakan tubuhnya tapi tak mampu. Ashoka memprotes tindakannya, “apa perlunya ikut campur dalam sebuah pertempuran. Bagaimana kalau terjadi sesuatu padamu?” Kaurvaki bertanya, “siapa aku bagimu?” Ashoka menjawab, “aku tidak suka kalau ada yang terluka karena diriku. AKu telah memutuskan. Kau harus menjauh dariku. Misiku penuh dengan rintangan.” Kaurvaki penasaran ingin tahu misi apa yang di jalankannya. Ashoka tidak menjawab. kaurbaki melanjutkan, “aku merasa misi mu bukan tentang dirimu sendiri. Kau bukan orang yang segois. kau selalu membantu orang lain. Kau bisa menanggung apapun untuk orang lain. Mengapa kau begitu terpengaruh oleh penderitaan rakyat Takshila? Siapa dirimu?” Ashoka menjawab, “aku Ashoka.” kaurvaki menggeleng, “aku tidak percaya dengan semua ceritamu. Kau bukan anak nelayan. Aku ingin tahu rahasiamu, misimu. Aku ingin tahu alasan di balik semua yang kau lakukan.” Ashoka menjawab kalau semua itu dia lakukan demi ibunya, “dia telah menjalani hidupnya dengan cara yang sangat sederhana. Tiba-tiba situasi sekitar dia menjadi sangat bermasalah untuknya. Dia taku kalau ada orang yang akan menyakiti anaknya. AKu tidak ingin melihat ketakutan di matanya. AKu juga tidak ingin melihat ketakutan dimata orang yang tidak bersalah.” Kaurvaki bertanya siapa nama ibu Ashoka. Ashoka berjanji akan mengajak Ashoka bertemu ibunya ketika waktunya tiba, “apa yang akan kau lakukan dengan namanya?” Ashoka kemudian menyuapi Kaurvaki dengan Kandha yang telah dia buat.

Ashoka berdiri. Kaurvaki memegang tanganya. Kaduanya saling bertatapan. Kaurvaki berkata, “aku tidak tahu mengapa aku melakukan apa yang akan ku lakukan. Aku merasa tercekik dari dalam. Dalam waktu yang singkat ini, aku merasa mulai mempercayaimu. Aku bisa mengatakan padamu yang sebenarnya. Aku puteri kerajaan Kalinga, Kaurvaki!” Ashoka terkejut mendengarnya…. SInopsis Ashoka episode 250 by Meysha Lestari. 

Read more