Sinopsis Gangaa episode 133 by Meysha Lestari

Sinopsis Gangaa episode 133 by Meysha Lestari. Karena kerja keras yang telah di perllihatkan oleh kelompok tarinya, bu Guwanti berniat untuk mentraktir murid-muridnya. Dia bertanya pada murid-muridnya, “kalian mau makan apa?” Anak-anak terlihat ragu. Gunwanti bertanya pada Reena, “Reena kau ingin makan apa?” Reena berkata kalau dia mau makan Thandai. Gunwanti memutuskan untuk mentraktir mereka semua makan Thandai karena itu dia megajak mereka pergi ke Adarsh Sweet.
Secara kebetulan, raghubir juga mengajak nurid-nurid tarinya ke Adarsh Swet juga. Mereka bertemu di sana. Chandan dan beberapa murid mengomentari Gangaa dan teman-temannya. Gunwanti menasehati mereka agar tidak membalas. Teman-teman Sagar mengambil semua tempat duduk, tempat duduk yang kosong mereka gunakan untuk meletakkan tas. Yash menyuruh Sagar melakukan hal serupa. tapi sagar menolak. Akhirnya Yash meletakkan tasnya di kursi kosong di samping Sagar. Gangaa menghampiri Sagar dan teman-temannya. Meminta meeka agar mengambil tasnya sehingga dia dan teman-temannya bisa duduk. tapi tak seorangpun dari anak-anak itu yang memperdulikan gangaa. Begitu kuga pak guru tari, Raghubir. Dia pura-pura tidak tahu. Anak-anak perempuan dari sekolah Gangaa merasa tidak enak hati.
Gunwanti meminta Raghubir membeirtahu anak-anaknya. tapi dia malah memihak pada mereka, “kami datang lebih dulu, maka kami yang memutuskan. Kalian semu absia duduk dilantai. Kalian pasti sudah terbiasa dengan itu.” Gunwanti mengatakan sebagai guru Raghubir punya kewajiban untuk memngajarkan etika yang benar, “kalau tidak apa yang mereka pelajari darimu?” Raghubir berkata kalau dirinya bukan guru, tapi hanya pelatih, “siapa yang lebuh dulu datang ya menang. Aku tidak akan mengatakan apapun pada orang lain.” Bulbul mengosongkan kursi dan hendak duduk ketika Chandan menarik kursi itu sehingga Bulbul jatuh. Melihat iotu Gangaa memarahi Chandan karena menghina temannya. Gangaa memberi aba-aba pda teman-temannya untuk menarik kursi yang di duduki murid laki-laki sehingga meeka semua terjatuh. Raghubir marah. Gunwanti mengatakan kalau murid-murisnya mau mencoba, karena itu mereka menang, “saory aku tidak menolongmu!” Mutid perempuan dari sekolah Sagar senang karena anak laki-laki dari sekolah mereka mendapat pelajaran yang bagus, “kamis sudah sangat mentolerir mereka..”
Chandan memutuskan untuk menunjukan pada Gangaa dan teman-temannya apa yang mereka bisa. Gangaa dengan berani mengancam, “kami akan mengajari pelajaran yang sangat bagus jika sesuatu yang tidak benar terjadi lagi.” Manager menyela pertengkaran kecil itu dengan kata-kata yang tidak sopan dan kasar. Gunwanti langsung membatalkan pesanannya. Sebelum megajak anak-anak pergi, Guwanti menantang mereka untuk menunjukan kehebatan mereka di kompetisi tari. Raghubir menerima tantangan itu dan berjanji akan menunjukan di mana tempat yang cocok untuk Gunwanti dan murid-muridnya.
Sampai di sekolah, Gunwanti berkata pada muris-muridnya kalau mulai sekarang mereka harus menunjukan pada anak-anak manja itu apa yang bisa mereka lakukan, “artis berasal dari segala usia dankasta. Yang lain tidak penting.” Guwanti mengatakan kalau baju tari sudah jadi. gangaa mendapatkan baju putih karena dia tidak bsia memakai pakaian berwarna. Mereka semua terlihat gembira. Gunwanti memuji murid-muridnya. Mereka mulai latihan lagi.
Raghubir tiba disekolah gangaa bersama kelompok anak laki-laki. Ssagar bertanya a[akah itu perlu ? Raghubir mengingatkan Sagar begaiman gadis -gadis itu memperlakukan mereka. Mereka mengintip latihan Gangaa dan teman-temannya. Paman peon melihat itu dan bertanya, “anda ingin bertemu siapa?” Raghubir berkat akalau dia ingin bertemu kepala sekolah.
Raghubir melaporkan pada kepala sekolah apa yang telah di lakukan Gunwantu danmurid0muridnya di restoran pada mereka. Gunwanti menceritakan semuanya pada kepala sekolah kejadian yang sebenarnya, tapi Raghubir bersikeras dan tetap menyalahkan Gunwanti dan murid-muridnya. Sagar dan Gangaa saling tatap. Gangaa ingin mengatakan sesuatu tapi kepala sekolah menyuruhnya menunggu. Kepala sekolah menanyai bu Gunwanti lagi. Kali ini Gunwanti hanya diam. Kepala sekolah mengerti mengapa Gunwanti diam.
Raghubir dengan sombong menyuruh Gunwanti dan anak-anak bersikap baik, “kalian mendapat kesempataan ikut kompetisi karena sekolah kami mengundaang kalian. Kalian harus datang kesana untuk tampil. Kuharap kalian tidak kehilangan kesempatan ini.” Kepala sekolah menjawab, “kami pasti akan mendapat kesempatan dan mencoba yang terbaik untuk menang. Aku tidak percaya kalau murid-murid wanita dari sekolahku berkelakuan seperti itu. Anda sudah protes dan bu Gunwanti sudah menerima maka anak-anak akan minta maaf pada kalian.” Gangaa memberi alasan bahw aseharusnya mereka yang minta maaf. Tapi GUnwanti menyuruh dia dan teman-temannya meminta maaf pada Rahgubir dan murid-muridnya. Gangaa dengan tajam menatap Sagar.  Rahgubir berpikir kalau timnya lemah di bandingkan dengan latihan tim Gangaa. Pokoknya, mereka tidak boleh menang dari kita.”
Dristhi dan Madhvi sibuk melakukan persiapan untuk Janamashtami. nenek memberitahu Mehry agar bekerja dengan benar. Telpon rumah berbunyi, Sudha yang telpon. DI amengundang nenek dan keluarganya untuk datang ke asrama untuk merayakan Janamashtami. Nenek sangat senang menerima undangan itu. Sudha memberi tahu kalau banyak acara akan di gelar, “tolong datang tepat waktu ya.” nenek setuju.
Gangaa sangat antusias mengetahui tentang perayaan Janamashtami, “aku biasa merayakannya di desaku. Ayah selalu mengajakku ke kuil.” Sagar masuk. Dia bertukar pandang dengan Gangaa. Dristhi melihat itu dan bertanya, “apakah kalian bertengkar?” Gangaa menyangkal, “dia baru saja belajar bertengkar hari ini.” Sagar membalas kata-kata Gangaa. Keduanya bertengkar lagi dan saling tunjuk. Gangaa menyebut Sagar sombong. nenekmenegur Gangaa karena bicara seperti itu pada Sagar.. Sinopsis Gangaa episode 134 by Meysha Lestari 

Read more