Sinopsis Gangaa episode 196 by Meysha Lestari

Sinopsis Gangaa episode 196 by Meysha Lestari. Gangaa berkata kalau dia hanya menyuapi nenek apa yang di berikan bibi Sudha padanya, “mungkin tuhan sudah bosan dengan manisan lama maka dia memberikan yang baru.” Gangaa memberikan manisan itu pada Sagar juga, “kau pasti menikmatunya, ini lezat.” nenek bertanya apa maksud gangaa? Gangaa menjawab kalau dia pasti akan menyukainya. Sagar menghabiskan supnya. Gangaa menyuruh Sagar makan pepaya. Sagar mengingatkan Gangaa kalau nenek tidak boleh makan manisan. Gagaa tahu itu, “itu bukan manisan, tapi prasad.” Sagar tersenyum. Mereka mendengar suara berisik. Nenek dan Gangaa bergegas keluar.

Ginny bertanya pada Prabha mengapa dia terkejut, “aku tidak melakukan hal yang salah. Apakah kau lupa? lau telah kehilangan suamimu dalam perjudian. Suamimu sekarang adalah milikku.” Ratan menatap Prabha dengan tatapan kaget, dia terduduk di sofa sambil menangis. Ginny memberitahu Ratan apa yang sebenarnya terjadi, “semua ini benar. Prabha telah menjadikanmu sebagai taruhan dan dia kalah dalam perjudian. Kebetulan, aku yang memenangkanmu.” Prabha membalikan wajah, air mata penyesalan mengalir di pipinya.

Beberapa wanita dan pria menyanyikan puja di rumah Chaturvedi. Nenek terhera-heran melohat mereka bertanya semua itu untuk apa? Mereka memberitahu nenek kalau Madhvi sedang hamil 3 bulan. Nenek terkejut senang. Para wanita itu bertanya, “apakah amma ji benar-benar tidak tahu? Atau kau coba menyembunyikanya? lalu mengapa nyonya Shanta memanggil kami kesini?” Nenek terkejut. Gangaa tidak dapat mengerti arti dari semua itu.

Shanta datang dan berkata kalau dirinya lupa memberitahu adiknya, “mahdvi memberitahu semuanya ketika dia pergi ke klinik. Dia pasti akan segera datang beberapa saat lagi.” Mehri meminta sesuatu. nenek dengans enang hati menyetujuinya. Nenek menyuruh para wanita itu meneruskan nayanyiannya. Gangaa bertanya pada nenek apa yang sebenarnya terjadi. Nenek menjelaskan pada Gangaa kalau madhvi akan punya aanak lagi. Gangaa sangat sntusias. Nenek pergi ke kamarnya sambil mengumankan Bhajan. Dia mengeluarkan selendang warna merah dan gelang dari dalam kopernya. Nenek sangat senang akan punya cucu lagi, “aku akan membesarkan cucu ku dengan penuh cinta.” Nenek mengingatkan Gangaa agar menjauh dari cucunya. Gangaa memuji nenek, “nenek terlihat sangat cantik kalau tersenuyum. “Nenek tersenyum. Mereka mendengar suara Niru dan bergegas keluar.

 

1   2   3

PREV                      NEXT
__Posted on
February 18, 2016
__Categories
Sinopsis Gangaa