Sinopsis Gangaa episode 197 by Meysha Lestari

Sinopsis Gangaa episode 197 by Meysha Lestari. Nenek dengan sedih membawa pergi Chunri dan gelang yang di belinya dengan wajah sedih. Madhvi menatap kepergiannya dengan wajah sedih. Dengan terpaksa Madhvi mengambil restu dari Shanta tapi tatapannya tetap tertuju pada nenek. Gangaa mengikuti nenek masuk kedalam. Mehri nertanya apakah dia bsia melakukan ritual ini? Shanta mengangguk. Mehri merestui Madhvi.

Di dalam kamarnya, nenek menangis sambil menatap Chunri dan gelang. Dia memikirkan kata-kata kakaknya. Nenek sangat terluka. Gangaa datang menghampirinya. Nenek menghapus air matanya, “pergi, jangan buat aku gila. Juga jangan pergi kesana walau apapun. Kita tidak layak berada di sekitar Madhvi, karena kita janda dan akan membawa sial bagi dia. Kakak memang benar.” Gangaa dengan sedih pergi dari kamar nenek.

Sagar bertanya paa Maharaj tentang keributan yang terjadi di luar, “apakah ada pemujaan?” gangaa muncul dan memberitahu Sagar kalau Madhvi sedang hamil. Maharaj ji tersenyum dan peri dari sana. Sagar terkejut mengetahui kalau dia akan punya adik. Gangaa berkata, “kata nenek, ini adalah cucu ketiga.” Pulkit juga terkejut. Gangaa bertanya, “apakah kalian tidak mendengar suara musik? Semua orang menjaga nyonya.” Sagar dan Pulkit memutuskan untuk menemui kedua orang tua mereka. Gangaa bertanya, “apakah kalian tidak senang? Kalian akan punya adik.” Sagar bangkit. Gangaa menghentikannya. Tapi Sagar melarangnya bersikap seperti dokter. Sagar menyusul Pulkit yang lebih dulu pergi. Gangaa jadi bingung.

Kata-kata Shanta menghantui nenek. Niru dan madhvi datang menemuinya, “aturan dan kitab sucimu mungkin menghentikan ibu dari memberi restu pada kami, tapi tidak ada yang bisa menghentikan kamidari mengambil restu dari ibu kami.” Nenek tersentuh. Dia merestui Madhvi dan Niru. Nenek meminta Madhvi agar tidak membungkukan badan sekarang. Madhvi menjawab, “tidak akan terjadi apa-apa pada kami selama ibu bersama kami.” Nenek dengan gembira memberkati keduanya.

Shanta melihat semua itu dan menatap dengan marah, “semua kerja kerasku terbuang ke comberan.” Tidak ada yang memperhatikan Shanta. Niru ingin anak perempuan. Mereka berdoa agar di beri anak perempuan, “dulu kami juga ingin anak perempuan, tapi tuhan lebih mendengar doamu.” Niru tersenyum. Sagar mendengar pembicaraan itu. Dia bertanya, “apa itu artinya hanya nenek yang bahagia ketika aku lahir?” Mereka menyangkal. Sagar sangat marah pada orang tuanya, “papa ingin anak perempuan, bukan aku. tak seorangpun akan mencintai aku jika ada anak perempuan di rumah ini. kalian akan melupakan aku.”

Niru memberi penjelasan pada Sagar bahwa setiap orang tua akan sangat dekat pada anak-anaknya. Madhvi juga berkata yang serupa. Tapi Sagar tak mau mengerti, “mengapa kalaian membawaku ke dokter? jangan pernag membawa aku menemui dokter lagi. Akan lebih baik kalau aku mati.”

 

1   2   3

PREV                      NEXT
__Posted on
February 19, 2016
__Categories
Sinopsis Gangaa