Sinopsis Gangaa episode 202 by Meysha Lestari

Sinopsis Gangaa episode 202 by Meysha Lestari. Madhvi berteriak memaggil Niru dan Pulkit. Semua orang bergegas ke kaamar Madhvi. Madhvi dengan cemas  dan panik menyerahkan surat nenek pada Niru.

Niru membaca surat yang nenek tinggalkan untuk mereka. Surat itu berisi, “aku menyalahkan diriku sendiri atas apa yang terjadi kemarin. Hal yang salah terjadi karena kesalahanku. Aku lupa aturan hidup seorang janda meski aku selalu menyuruh gangaa mematuhinya. Aku mungkin melakukan hal itu tanpa sengaja tapi aku yang bertanggung jawab atas semua itu. AKu akan melakukan penebusan dosa. AKu pegi ke Vridavan. AKu akan menghabisakan sisa hidupku di sana, dia sebuah asrama janda. Jangan mencemaskan aku.” Sagar yang berdiri di depan Niru melihat tulisan lain di balik surat yang di baca Niru.

Tulisan itu berbunyi, “tuan…nenek menyalahkan dirinya sendiri atas kehilangan nyonya. Dia memaksa aku menulis surat ini. Cepatlah pulang. hanya tuan yang bisa menghentikan nenek. Akan lebih baik kalau tuan datang tepat waktu atau kalau tidak kemana kalian akanmencari kami di kota sebesar itu. Ada banyak banyak asrama di sana. Bagaimana kalian akan menemukan kami? Nenek tidak akan mampu menolakmu..” Niru teringat kalau dirinya telah bersikap kasar pada ibunya, “aku tahu dia tidak akan pernah menyakiti siapapun, tapi aku masih saja menyalahkannya.”

Ganga bertanya pada nenek Vrindavan, “di mana kita akan tinggal?” Nenek menyuruh Gangaa diam. Gangaa berharap tuannya akan datang segera.

Madhvi ingi ikut ke halte bus, “aku tak mau berdiam di rumah. Ibu marah padaku.” Shanat bertanya-tanya mengapa Kanta melakukan itu.

Bis sudah mau berangkat., Nenek menyuruh Gangaa masuk. Gangaa bicara pada Jalebi prasad, “bagaimana aku akan sekolah di Vrindavan. Bagaimana aku akan  menjadi pengacara besar seperti tuan? Kita haus mengemis di sana. Apa yang harus aku lakukan sekarang?” AKu tak bisa meninggalkan nenek dalam kondisi ini. Dia demam tinggi. Nenek kembali menyuruh Gangaa tinggal, tapi Gangaa menolak.

Niru, Pulkit, Madhvi dan Sagar mencari -cari nenek adan Gangaa di arah yang berbeda. Nenek dan Gangaa telah duduk diatas bis. Niru dan anak-anak lalu memeriksa setiap bis yang ada. Gangaa berdoa agar Niru segera datang sambil berguman, “jangan marah paaku Sagar. KAu tak pernah berpikir akan pergi seperi ini. Aku bahkan tak bisa bertemu denganmu untuk terakhir kali.

Sagar mengumaankan hal yang sama, “bagaimana kau bisa pergi tanpa bertemu denganku lebih dulu?” Madhvi juga ikut mencari. Dia bertanya tentang nenek dan Gangaa pada semua orang yang lewat. Bis menuju Vrindavan siap berangkat. Gangaa berpikir bahwa sekarang dirinya tak akan pernah bertemu dengan mereka lagi sekarang.

Sagar melihat kepala jalebi Prasad keluar dari balik jendela. Dia mengejar bis yang di tumpangi Gangaa sambil berteriak-teriak memanggil. Gangaa mendengar teriakan Sagar, begitu pula nenek. Sagar terjatuh saat mengejar bis itu. Nenek tidak tega, dia menyuruh supir bus berhenti. Dengan cemas dan panik, nenek bergegas membantu Sagar berdiri. Niru dan semuanya bergegas menghampiri Sagar.

Sagar menyakinkan semua orang kalau dia baik-baiks aja. Dia menyuarakan rasa tidak terimanya, “kenapa kau mengingkari janjimu? Kau berjanji bahwa kita akan sekalu bersama. Bagaiman abisa kau meinggalkan aku seperti itu?” Madhvi berkat apada nenek, “aku hanyalah orang asing, tapi Niru dan anak-anak adalah keluargamu. Aku selalu menganggap ibu sebagai ibuku sendiri. Bagaimana mungkin seorang ibu membawa sial untuk nanaknya”

1   2 

PREV                      NEXT
__Posted on
February 19, 2016
__Categories
Sinopsis Gangaa