Sinopsis Gangaa episode 204 by Meysha lestari

Sinopsis Gangaa episode 204 by Meysha lestari. Nenek memohon pada pendenta untuk mengerti kesusahannya, “Sagar sedang tergantung anatara hidup mati dan mati. Dokter berkata kalau di atdiak akan hidup.” Pendenta hendak pergi melakukan puja di tempat orang lain ketika mendengar kata-kata nenek. Dia sangat terkejut. Nenek mengatakan kalau dirinya tidak percaya pada dokter, “tolonglah cucu ku. Kau selalu menolong kami setap kami ada masalah. Tolong berilah saran untuk menyelamatkan cucuku.” Nenek menyentuh kaki pendeta.
Pendenta setuju untuk bertemu nenek setelah melakukan puja. nenek bersedia menungu, “aku bersumpah atas nama sungai Ganga. Jika terjadi sesuatu pada Sagar maka kau akan mati dengan melompat ke dalamnya.”
Pendenta memeriksa Sagar. Dia menjelaskan, “ada kemungkinan kematian yang wajar pada cucu mu. Tapi ada solusinya. Kematian Sagar akan tertunda jika ada seseorang memakai vermilion ata snamanya.” Ganga binggung sementara nenek terlihat lebih binggung lagi. Nenek bertanya, “dia masih anak-anak, bagaimana bisa seorang gadis memakai vermilion atas namanya? Mengapa?”
Pendeta menjawab, “ini hanya satu polihan. Itu akan menjadi benteng baginya. tak ada masalah yang akan menghampirinya lagi. Sebaiknya kau pikirkan itu. Aku akan melakukan Maha Mrityunjana Jaap untuknya. Seorang gadis harus menghiasi rambutnya dengan bermilion atas nama Sagar.”
Nenek terduduk sedih. Gangaa menghiburnya, “itu hanya vermilion. Nenek bisa melakukannya.” Nenek menggeleng, “aku tidak bisa melakukan apapun untuk Sagar. Aku tidak bisa melakukan itu. AKu bisa mati tapi tidak yang ini.” Gangaa bertanya, “apakah nenek akan membiarkan Sagar mati?” Nenek memarahi Gangaa, “jangan pernah mengatakan hal seperti ini lagi! AKu tidak akan membiarkan apapun terjadi padanya. Tapi darimana aku akan mendapatkan gadis seperti itu? AKu tak akan membiarkan sesuatu terjadi padanya.” Gangaa berpikir tentang perkataa pendeta.
Ratan menghibur madhvi yang sedih, cemas dan panik, “tak akan terjadi sesuatu pada Sagar.” Pulkit dan Madhvi hendak meninggalkan rumah sakit ketika Gangaa datang dan memberitahu mereka apa yang di katakan pendeta. Gangaa  meminta Mahdvi meletakan vermilion di rambutnya atas nama Sagar. Madhvi memarahi Gangaa karena bicara tanpa berpikir. Gangaa memaksa, “aku hanya mengatakan apa yang di katakan pendeta.” Madhvi menolak, “aku tidak bisa melakukan itu. AKu ini ibunya.”
Gangaa tidak mengeri apa yang di pikirkan Madhvi. Nenek memaarahi Gangaa karena bicara bodoh, “tidak akan ada yang akan meletakan vermilion di rambut mereka atas nama Sagar, baik itu aku ataupun nyonyamu.” Gangaa masih belum mengerti, “mengapa begitu? Pendeta yang mengatakan itu.” Pulkit menengahi mereka, “jangan kahwatir, Sagar akan baik-baik saja setelah operasi.” Gangaa menyela, “lalu mengapa dokter berkata bahwa hanya tuhan yang akan menolong? Seseorang harus meletakkan vermilion untuk itu.” Gangaa meminta Prabha melakukan itu demi Sagarnya. Prabha berkata kalau dirinya juga tidak bisa melakukan itu. Gangaa memohon pada semua orang agar membantu Sagar, “jangan biarkan diamati!” Semua orang tidak tahu harus berbuat apa dan hanya bisa berdiri tanpa daya.
Tiba saatnya untuk Sagar di operasi. Semua orang pergi ke rumah sakit. kata-kata pendeta selalu terngiatng di telinga Gangaa. Gangaa merasa nenek tidak membuat semua orang mengerti, “ini hanya tentang vermilion.” Gangaa melihat Mehri. Dia membujuk Mehri untuk memakai vermilion. Mehri juga menolak, “aku sduah menikah. Vermilion bukan hanya sekedar warna. Kau tak akan mengerti. AKu juga perudli pada Sagar tapi aku tak bisa melakukan itu.” Mehri lalu pergi meninggalkan Gangaa yang mematung bingung.
Gangaa bicara pada Maharaj, “pendeta berkata tentang seorang gadis kalau tidak aku pasti sudah memintamu. AKu tahu kau tidak akan menolak.” Maharah mengangguk, “mehri benar. Meletakan vermilion di rambut seorang gadis atas nama seseorang bukanlah permainan.” Gangaa mengatakan kalau dirinya sangat mencemaskan Sagar, “tak seorangpun membantuku. AKu tidak akan bicara pada siapapun jika terjadi sesuatu padanya.”
 
PREV         1    2    3    4      
__Posted on
February 25, 2016
__Categories
Sinopsis Gangaa