Sinopsis Gangaa episode 208 by Meysha Lestari

Sinopsis Gangaa episode 208 by Meysha Lestari. Gangaa menarik fotonya dari api. Pinggirnya sedikit terbakar. Dengan cemasdia menatap foto itu, “kau dimana Sagar? Kita teman baik. Itu sebabnya kita saling mencintai dan saling mengerti dengan baik. Kita tidak butuh kata-kata. Hal itu telah mengikat kita dalam ikaatan yang tak bisa di lepaskan.”

Saat sedang duduk sambil ngobrol dengan teman-temnnya, tiba-tiba Sagar cegukan. Teman-teman Sagar mengatakan kalau seseorang sedang merindukan Sagar. Janvi berkata, “aku akan menyebutkan satu nama, kalau cegukanmu berhenti maka dia yang merindukanmu.” “Janvi menyebut nama keluarga Sagar satu oersatu. tapi cegukannya masih terus. Janvi tak tahu lagi mau menyebut nama Siapa. Sagar menyebut nama Gangaa. Seketika itu juga cegukan Sagar berhenti. Janvi menatap Sagar dengan tatapan tak nyaman.

Teman-teman Sagar bertanya siapa Gangaa? Sagar memberitahu mereka kalau Gangaa dalam teman baiknya yang sangat manis. Mereka bertanya apakah itu cinta? Mereka lalau menggoda janvi. Sagar menyangkal, “dia temanbaikku. Kami telah dekat sejak kanak-kanak. Sangat tidak mungkin bagiku untuk memikirkan dia dengan cara itu.”

Tangan Gangaa terluka saat mematikan api dari foto. Tapi dia terlihat tidak menyesal, “ini belum seberapa. Aku telah merindukanmu sejak lama. Api ini tidak ada apa-apanya di bandingkan api kerinduan yang membakar hatiku.”

Sagar bercerita pada teman-temannya tentang siapa Gangaa, “dia penuh misteri. Wanita harus seperti itu sehingga kau ingin menjelajahinya. AKu mengenal gangaa sejak kecil. AKu tahu luar dan dalamnya. Aku tidak bisa merasakan hal lain padanya.”

Gangaa berkata kalau dia mencintai foto sagar.”

Sagar berkata kalau dirinya tidak pernah menganggap Gangaa sebagai kekasih, “temanbaik akan menjadi teman baik selamanya. Tidak akan pernah menjadi kekasih.”

Nenek memanggil Gangaa. Gangaa cepat-cepat masuk. Nenek sedang bicara dengan pendeta. Mehri mengusir JP yang mengganggunya. Dia komplain pada Gangaa karena JP slalu menglangi jalannya, “selalu mengejarku.” Gangaa menyahut santai, “dia kan cuma mengikutimu. Bukan mengejar..” Mehri kesal.

Nenek sedang melihat foto para gadis untuk di jodohkan dengan Pulkit. Gangaa mengintip foto-foto itu. Prabha datang. Dia duduk di dekat nenek. Prabha bertanya apa yang sedang di lakuan nenek. Nenek menjawab kalau dia sedang mencarikan jodoh untuk Pulkit. Gangaa terkejut mendengarnya. DI aingat kalau Pulkit mencintai Saloni.

Madhvi berkata kalau mereka akan menjodohkan Pulkit dengan seorang gadis saat Sagar pulang kali imi, “untuk pernikahannya kita lakukan nanti.” Gangaa menyarankan nenek dan Madhvi agar bertanya lebih dulu pada Pulkit, “mungkin dia menyukai seseorang. Akan lebih baik mempunyai teman hidup orang yang dia kenal.” Madhvi teringat kedekatan Gangaa dan Sagar sebelum dia pergi ke Asrama. Madhvi menyuruh gangaa peri ke dapur, “jangan menyela saat orang tua berbicara.” Prabha berkat akalau Pulkit belum bekerja, “sebaiknya kita menikahkan Sagar lebih dulu.” Gangaa tak terima, “yang tua menikah lebih dulu. Kak Pulkit yang akan menikah lebih dulu.” Mahdvi menatap Gangaa dengan perasaan cemas. Gangaa pergi dengan kesal.

Di dapur Gangaa berguman pada diri sendiri dengan kesal, “Sagar milikku. Dia akan memegang tanganku seumur hidupnya. DI atidak akan mau menikahi oprang lain seperti ini!”

Janvi mendapat telpon dari kakaknya Sahil. Sagar bertanya, “Sahil di mana?” Janvi mengatakan kalau Sahil sedang dalam perjalanan untuk bertemu mereka. Sagar teringat Sahil dan upayanya untuk mencari kekasih yang selalu gagal, “Dia selalu pergi berkencan tapi hasilnya selalu nol. Dia tak akan menikah di kelahiran ini.”

 

PREV    1   2
__Posted on
February 28, 2016
__Categories
Sinopsis Gangaa