Sinopsis Gangaa episode 209 by Meysha Lestari

Sinopsis Gangaa episode 209 by Meysha Lestari. Gangaa berkata pada Pulkit, “aku tahu kau sangat mencintai dan ingin dia bersamamu, Apakah kau bisa hidup tanpa dirinya? Kalau kau sangat mencintainya, mengapa kau biarkan dia pergi? Sebaiknya kita membicarakan ini pada tuan!” Pulkit mecegah gangaa melakukan itu, “aku belum siap. Gangaa berkata kalau segalanya akan terlambat jika mereka hanya dia di sini. Gangaa meninggalkan Pulkit. Pulkit berdiri dengan bingung.

Gangaa membawakan teh untuk Niru. Niru sedikit kaget melihat itu. Dengan rasa ingin tahu dia berkata, “abeh sekali, kau mau membawakan aku teh tanpa di minta. Kau bahkan tidak membiarkan orang lain membawakan teh untukku.” Gangaa mengalihkan pembicaraan tentang kesibukan Niru di pengadilan, “aku tahu kau membutuhkannya.” Niru meminum teh buatan Gangaa. Gangaa memberitahu Niru kalau Pulkit ingin bicara. Niru merasa heran. Gangaa memanggil Pulkit. Pulkit masuk dengan perasaan tak nyaman. Gangaa menyuruh Pulkit bicara. Madhvi datang membawakan jas Niru. Dia juga heran melihat ganga dan Pulkit. Madhvi menunggu untuk melihat apa yang terjadi.

Pulkit terlihat ragu-ragu untuk mengatakan sesuatu. Niru menyuruh Pulkit cepat bicara karena waktunya tidak banyak. Gangaa menyuruh Pulkit mengatakan isi hatinya, “kalian bertemu muka setelah besusah payah. Ayolah kak Pulkit, katakan saja!” Madhvi juga menyuruh pulkit bicara. Pulkit dengan suara sedikit terbata-bata mengatakan kalau dirinya belum mau menikah. Semua terdiam mendengarnya. Niru lalu berkata kalau dia menyukai ide Pulkit, “kau memang sudah dewasa tapi belum mapan. Kau sales dari pintu ke pintu. Mengapa ada orang yang mau memberikan anak gadisnya padamu?”

Pulkit kesal di ejek Niru, “aku sudah memberitahu papa bahwa aku merakit komputer. Bukan penjual… AKu tahu usahaku masih kecil tapi segalanya akan membaik nanti.” Niru mengejek lagi, “kapan itu? ketika kau berumur 50 tahu? Bekerjalah di perusahaan tuan Gupta.” Pulkit menolak menerima bantuan dari orang lain. Niru menyahut, “aku juga tidak suka membantu orang lain. Tapi kau tidak bis melakukannya sendiri, maka aku terpaksa membantumu.” Pulkit terluka mendengar kata-kata Niru.  Niru pergi ke kantor. Madhvi meminta Pulkit agar tiak memasukan kata-kata ayahnya dalam hati.

Pulkit denga marah pergi dari kantor Niru di ikuti Gangaa dan Madhvi. Dengan marah Pulkit berkata, “papa memarahiku dan menghinaku. Apa lagi yang belum sekarang?” Nenek melihat Pulkit yang sedang marah-matah. Nenek merasa kalau Niru dan Pulkit pasti baru bertemu muka. Madhvi menenangkan Pulkit. Pulkit berkata, “aku tahu aku tidak bisa memenuhi harapannya. Dia ingin semua orang menjadi pengacara. Dia selalu menganggap aku tidak berguna, tidak bisa apa-apa. Aku tidak bisa menjadi pengacara seperi Sagar, aku hanya sales. Ya. AKu akan melakukannya. Ketika Sagar bisa memenuhi impiannya mengapa aku tidak boleh? Mengapa memaksaku?” Madhvi menenangkan pulkit, “papamu hanya menginginkan yang terbaik untukmu saja.” Pulkit berkata kalau dia benci mendengar penghinaanya setiap hari, “aku tidak membutuhkan itu!” Dengan kesal Pulkit pergi ke kamarnya.

PREV    1   2    3
__Posted on
February 29, 2016
__Categories
Sinopsis Gangaa