Sinopsis Gangaa episode 248 by Meysha lestari

Sinopsis Gangaa episode 248 by Meysha lestari. Janvi masih menonton komedi di laptop. DIa segera mematikan laptopnya ketika Gangaa mengetuk pintu kamar. Gangaa bertanya, “kenapa kau lama sekali baru buka pintu?” Janvi bertanya, “apakah kau masih mencurigaiku? Berikan obatku! AKu sedang kesakitan.” Gangaa menyerahkan obat itu pada Janvi beserta air minumnya, “aku membawakanmu obat maka aku akan melihatmu meminumnya. AKu bahkan tidak akan pernah menyakiti musuhku.” Janvi menyuruh Gangaa menaruh obat itu di meja. tapi gangaa bersikeras, “minum sekarang. Tadi kau bilang kesakitan. Aku akan memberitahu nyonya bahwa aku sudah memerimu obat yang kau minta.” Janvi terpaksa meminum obat itu di depan Gangaa. Setelah itu Gangaa pergi.

Setelah Gangaa lenyap, Janvi cepat-cepat menutup pintu dan mengeluarkan obat itu dari mulutnya. Dia lalu meminum obat yang di beri Yash sambil berpikir, “Gangaa akan bertanggung jawab kalau terjadi sesuatu padaku. Kasihan Gangaa, dia bahkan tidak tahu apa yang terjadi padanya dan permainan apa yang sedang kumainkan.”

Sagar memberitahu Pulkit dan SUpriya kalau dirinya baru bicara dengan janvi, “kita akan tinggal di sini untuk waktu lebih lama.” Pulkit menolak tapi Supriya menyarankan agar setuju, karena Sagar yang bersikeras. Sagar berguman, “kak pulkit hanya mendengar apa yang di katakan kakak ipar saja.” Pulkit bertanya, “apa kau mengatakan sesuatu?” Sagar menggelengkan kepala.

Pulkit dan Supriya duduk bersama di satu tempat. Sagar bercerita tentang saat-saat dulu, “aku sangat mencintai tempat ini. Aku selalu mengajak kak Pulkit datang kesini.” Pulkit dan Supriya hanya diam. Sagar berpikir akan melakukan sesuatu. Sagar pergi dan kembali dengan es krim. Dia membeli 2 es krim, satu untuknya sendiri dan satu lagi dia berikan pada Supriya, “tolong berbagi dengan kakak.” Pulkit bertanya mengapa Sagar tidak membelikan es krim untuknya. Sagar berkata, “aku ingin kau makan es krim yang di pilihkan kakak ipar. Penjualnya hanya punya satu pilihan.. jadi berbagilan dengan kakak ipar. Berbagi menambah kekakraban.”

Supriya memegang es krim itu dan menyodorkan ke Pulkit. Pulkit mengigitnya dan memberikannya kembali pada Supriya. Supriya juga mengigit es krim itu. Ada noda teringgal di wajahnya. Pulkit memberinya isyarat. Tanpa sengaja Pulkit menjatuhkan es krim itu di bajunya. Supriya membersihkannya dengan tisu. Keduanya saling tatap. Sagar melihat itu dan berpikir, “aku akan membuat kak Pulkit dekat dengan kakak ipar.”

Janvi keluar dari kamarnya sambil berguman dalam hat, “habis kau sekarang gangaa. Permainanmu akan berakhir.” Janvi pergi ke dapur dan mengambil garam. Janvi berpikir kalau ganga pasti akan di salahkan dengan sangat buruk karena garam itu. Janvi mencampur beberapa sendok garam dalam segelas air dan meminumnya. Gangaa datang dan bertanya, “mengapa kau membutuhkan garam?” Janvi berbohong dengan berkata kalau dirinya mencari gula, “aku punya kebiasaan makans esuatu yang manis setelah mengambil obat.” Gangaa memberikan gula opada Janvui.

Madhvi datang ke dapur mencari Maharaj. Dia terkejut melihat Janvi dan Gangaa bersama-sama. Gangaa memberitahu Mahdvi kalau dirinya telah memberi Janvi obat. Mahdvi lalu membawa Janvi kembali ke kamarnya dan berpesan, “panggil Gangaa kalau kau membutuhkan sesuatu.”

Sagar peri untuk membawakan air. Pulkit menerima telpon dari pelangannya. Dia berniat akan pergi menemui mereka ketika 2 orang pria yang menyamar sebagai wanita datang menghampiri Supriya. Mereka coba merampas tasnya ketika SUprita berteriak memanggil Pulkit. Supriya melawan untuk mempertahankan tasnya. Pulkit datang untuk menolongnya. Pulkit menghajar para penjahat itu hingga kabur. Supriya memeluk Pulkit dengan ketakutan. Penjahat yang stau lagi kembali dan menyerang Pulkit. Sekali lagi Pulkit menghajarnya sampai penjahat itu melarikan diri, tapi mereka masih sempat merenggut lepas Mangalsutra Supriya.

Supriya melihat itu dan memberitahu Pulkit. Pulkit mengambil batu dan melempar penjahat itu tepat di tanganya. Mangal Sutra itu terjatuh. Pulkit segera mengambilnya. Pendeta memuji Pulkit karena telah menyelamatkan Mangalsutra istrinya, “sekarang pakaikan kalung itu di hadapan dewa dan mulai hubungan yang baru.” Pulkit memakaikan Mangalsutra itu ke leher Supriya. keduanya menatap pada patung dewa dan memberi hormat. Tak lama kemudian Sagar datang sambil berlari. Pulkit dan Supriya menceritakan apa yang baru saja terjadi. Sagar mengucap syukkur, “setidaknya kalian tidak apa-apa..”

Para penjahat itu sebenarnya teman-teman Sagar. Dia mengucapkan terima kasih paa mereka. Mereka tidak keberatan melakukan semua itu demi Pulkit. Pulkit memegangi SUpriya ketika dia akan jatuh. Keduanya kembali saling tatap. Pulkit menyarankan agar Supriya melangkah dengan hati-hati. Tapi skelai lagi, sareenya tersangkut di tanaman. Pulkit membantunya. Sagar menatap keakraban Pulkit dan Supriya dari jauh. Sagar mengucapkan terima kasih pada teman-temannya dan memberi mereka sesuatu. Mereka menerima pemberian Sagar dan pergi meninggalkan dia.

madhvi membawa Jnavi ke kamarnya. Janvi mengucapkan terima kasih karena Madhvi telah merawatnya dengan baik. Madhvi mengoda Janvi, “aku merawatmu karena kau sakit. begitu kau menjadi menantuku maka kau yang harus menjagaku. Sekarang istirahatlah! Panggil gangaa kalau kau membutuhkan sesuatu.” janvi bertanya, “apakah aku boleh memanggil bibi saja? Gangaa mungkin tidak akan suka. Dia memberiku obat seakan-akan dia melakukan sesuatu yang besar untukku.” Madhvi setuju, “panggil aku kalau kau butuh sesuatu.” Mahvdi hendak pergi ketika Janvi muntah. Madhvi bergegas menghampiri Janvi. Janvi merasa tidak nyaman. Mahdvi membawanya ke ruang keluargam, “aku akan menelpon Sagar.”

Sagar meminta kakaknya agar duduk kembali bersama Supriya, “ada banyak barang pemujaaan di kursi depan.” Pulkit setuju. Telpon Sagar berdering. Madhvi yang menelpo.. SInopsis gangaa episode 289 by Meysha Lestari.

PREV    NEXT
__Posted on
March 4, 2016
__Categories
Sinopsis Gangaa