Sinopsis Gangaa episode 251 by Meysha lestari

Sinopsis Gangaa episode 251 by Meysha lestari. Hari valenti. Janvi menghias kamar Sagar dengan balon berbentuk hati. Dia dengan sengaja mengajak Sagar ketempat di mana Gangaa berada. Janvi meminta Sagar berpose denganya sebagai kenangan manis. Sagar merasa tidak nyaman katena Janvi bersandar padanya. Sagar dan Ganga saling berpandangan. Gangaa terlihat tegang dan berdiri dengan tangan tergenggam. Dia sama sekali tidak senang mendengar Janvi mengatak ‘I love u’ pada Sagar dan meminta Sagar mengatakan hal yang sama padanya. Gangaa menjatuhkan keranjang pakaian. Keduanya saling bertatapan. Gangaa bergegas pergi dari sana. Sagar juga pmit pergi dengan alasan akan menelpon seseorang. Janvi berkata, “aku sudah melakukan banyak hal pada Sagar. Dia bersikap aneh setiap kali ada Gangaa. Hal seperti itu membuat ku semakin bertekad bulat untuk menyingkirkannya dari rumah ini.”
Beberapa pemuda mengelilingi seorang gadis. Yash mengusir mereka semua dan menyodorkan bunga pada gadis itu. Sebagai gantinya gadis itu menampar Yash. Yash tersentak bangun dan berguman kesal, “sejak gangaa menamparku, semua gadis menamparku dalam mimpi.” Prabha datang membawakan Yash teh. Dia menayakan rencana Yash hari ini. Belum sempat Yash menjawab, Janvi menelpon memintanya datang. Yash setuju. Ptabha bertanya, “siapa yang menelponmu?” Yash berkata kalau itu adalah mesin ATM nya, “aku mendapat uang dari dia.”
Gangaa mendengarkan radio di kamarnya. RJ bicara tentang hari spesial. Nenek menyuruh Gangaa menyalakan diya di kuil sebelum pergi ke kampus. Gangaa duduk di depan patung dewa. Dia terkenang akan peristiwa masa kecil ketika Sagaar mengatakan padanya bahwa janda dapat menganggap kalau dewa Kanha adalah suaminya, “aku akan terus melakukan itu. Selamat ulang tahu!” Gangaa kembali terkenang masa kecil, airmata mengalir di pipinya.
Sagar menemukan sesuatu di lemarinya, sepasang gelang. Di ajuga sedang memikirkan kenangan masa kecilnya. Sagar berguman dengan sedih, “semua berubah dengan dratis. Ada masa ketika kita selalu bersama-sama. Sekarang kau bahkan tidak mau melihat wajahku.”
Gangaa mengusap airmatanya dan berkata, “kau berjanji pada ayah, dirimu sendiri dan tuan. Kautak boleh menyerah pada hidup bahkan jika tidak ada Sagar di sana. Tuan selalu berkata kalau aku tidak akan pernah berhenti. AKu tidak bis aberhenti. Aku akan mencari jalan lain untukku sendiri.”
Niru menemui Sagar di kamarnya, “aku pikir untuk bertemu denganmu sebelum pergi ke Delhi. AKu akan kembali tangak 24, kau pergi tanggal 26 kan?” Sagar mengangguk. Dia melihat Niru melamun. Niru meminta Sagar agar tinggal lebih lama. Sagar berkata kalau dirinya harus bergabung dengan perusahaan di mana dia akan berkerja secepatnya, “aku tidak akan mendapatkan kesempatan seperti itu di sini. Lagipula apa yang bisa aku lakukan kalau aku tinggal? Apa yang ayah pikirkan?” Niru menggeleng, “tidak ada.” Sagar memeluk Niru dan mengucapkan semoga sukses dalam konferensi itu. Sagar peri untuk menyegarkan diri. Niru menatapnya dengan sedih.
Pulkit senang karena akhirnya berhasil mendapatkan kontrak besar atas usahanya sendiri, “aku akan menunjukan hal itu pada papa terlebih dhaulu. Dia akans angat senang. Mungkin dia akan sadar kalau aku tidak menyia-yiakan waktu atau uangku. AKu akan menunjukan itu padanya.”
Niru dengan mata berlinang kembali ke kamarnya. Madhvi menghiburnya, “itulah yang di namakan cinta. Aku mendengr perkataa kalian. Aku tidak mengeri mengapa kau ingin menghentikan Sagar. Dia mendapat kesempatan besar di london.” Niru berkata kalau dirinya ikut senang untuk Sagar, “aku hanya ingin dia tinggal di sini di depan mataku. Orang tua semakin tua dan anak-anak tumbuh dewasa. Aku ingin Sagar menjadi pendudukngku. Dia akan mengambil alih semua pekerjaanku dan tanggung jawabku. Pulkit bekerja untuk kesenanganya. Dia sanggup membiayai dirinys sendiri tapi kaluraga ini akan berkembang. Masalah itu akan selesai jika Sagar ada di sini. Bagus kalau kita masih hidup tapi apa jadinya klau kita sudah tidak ada lagi?”
Pulkit berdiri di pintu mendengarkan kata-kata ayahnya. Madhvi terkejut melihatnya. Niru terus berkata, “it sebabnya aku ingin Sagar tinggal di sini agar dia bisa menangani semua tanggung jawab di rumah. Tapi aku tidak bsia memaksanya.” Mahdvi memberitahu Niru kalau ada Pulkit. Niru berbalik dan terkejut melihat Pulkit berdiri di sana. Pulkit dengan sedih dan kecewa membuang kertas kontrak yang ingin dia tunjukan pada Niru setelah meremasnya. Niru melihat kertas itu.
Maharaj Ji memberitahu Supriya tentang apa yang di sukai dan yang tidak di sukai oleh kakak beradik, Pulkit dan Sagar. Nenek duduk disofa. Supriya membawakan susu untuknya. Nenek meberitahu Supriya kalau dirinya tidak makan atau minum apapun sebelum melakukan puja. Nenek menyuruh maharj menjelaskannya pada Supriya. Supriya meminta nenek setidaknya meminum susu itu, “pemujaan akan berjalan lama. Tidak baik membiarkan perut kosong terlalu lama. Tidak bagus untuk kesehatan nenek.” Nenek setuju untuk memikirkan ucapan Supriya.
Pulkit turun dari atas. Supriya menyuruhnya sarapan. Pulkit menyahut kalau dirinya tidak lapar. Dia bergegas pergi dan hampir bertabrakan dengan Prabha. Prabha bertanya mengapa Pulkit terburu0buru? Pulkit peri tanpa menjawab pertanyaan Prabha. Prabha memberi salam pada nenek. DIa membeirtahu nenek kalau kelakuan Pulkit tidak benar, “dia baru saja menikah dan peri meninggalkan rumah di hari valentin.” Prabha memanas-manasi Supriya dengan bertanya, “apakah Pulkit punya affair lagi? Dia pernah berhubungan dengan Saloni dulu.” Supriya terlihat tegang. Nenek menegur Prabha karena membuang waktu untuk hal yang tidak penting.
Gangaa coba memperbaiki rantai sepeda tapi sia-sia. Dia sudah telat untuk pergi ke kampus. Pulkit menawarinya tumpangan. Gangaa menolak, “nanti kakak terlambat.” Pulkit menjawab kalau dirinya tidak pergi ke pengadilan atau ke kantor, “aku hanya pergi ke tokoku saja.” Gangaa memeluk Pulkit erat-erat ketika Pulkit mengerem mendadak. Pulkit bertanya, “apakah kau baik-baik saja?” Gangaa mengangguk. Dia memaksa Pulkit agar memakai helm dulu. Pulkit setuju. Janvi dan Yash melihat itu dari balkon. Yash berkomentar, “siapa yang akan percaya kalau mereka kakak dan adik? Mereka terlihat seperti seorang gadis yang memarahi pacarnya. Orang-orang aneh tinggal di rumah ini!” SInopsis Gangaa episode 252 by Meysha lestari
__Posted on
March 6, 2016
__Categories
Sinopsis Gangaa