Sinopsis Gangaa episode 252 by Meysha lestari

Sinopsis Gangaa episode 252 by Meysha lestari. Melihat ke akraban Pulkit dan Gangaa, Janvi mendapat ide bagaimana caranya membuat Gangaa terlempar keluar dari rumah itu. Yash ingin menunjukan pada semua orang kalau sesuatu telah terjadi antara Pulkit dan Gangaa, “kita harus membuat orang-orang percaya kalau mereka berdua bertemu diam-diam di luar.” Yash menyukai ide itu, “Gangaa akan sangat terluka kalau karakternya di pertanyakan. Aku harus membalas tamparan itu dengan balasan yang setimpal juga.” Janvi memberinya handy cam untuk merekam semua itu. yash ingin menuimpannya. Janvi mengizinkan selama dia mengerjakan tugasnya.
Supriya teringat kata-kata prabha yang bergema di telinganya. Sagar membawa paroka dan jalebi untuknya sambil berkata, “aku dan Gangaa sangat suka menyukainya saat kami masih kecil.” Dengan setengah melamun, Supriya mengambil satu. sagar melihat itu dan bertanya, “apakah ada sesuatu yang menggangumu? Anggap aku sebagai temanmu dan katakan padaku!” Supriya menceritakan apa yang di dengarnya dari Supriya. Sagar berkata, “kini kau harus tahu tentang suamimu. Bibi Prabha tidak sepenuhnya salah. Ada seseorang dalam hidup kak Pulkit jauh sebelum kau datang dalam hidupnya.” Supriya menangis. Sagar menyarankan agar dia bertemu dengan gadis itu, “aku akan membawamu menemuinya.”
Pulkit sedang mengendarai motornya. Kata-kata Niru menghantuinya. Gangaa mengingatkan Pulkit kalau supir Bajaj membunyikan klaksonny aseja lama, “apa yang kau pikirkan?” Mereka hampir saja bertabrakan dengan sebuah mobil. Gangaa segera menyuruh Pulkit menghentikan motornya. Pulkit menurut. Gangaa bertanya apa yang di pikirkan Pulkit, “apakah kau memikirkan kak Saloni?” Pulkit menggeleng. Gangaa menduga kalau ada seseorang mengatakan sesuatu padanya. Pulkit memberitahu Gangaa kalau dirinya mencoba sekuat tenaga untuk sukses dengan kariernya, “agar anak terua papa tidak perlu adiknya untuk mengelolanya. AKu telah melakukan yang terbaik untuk membuat papa menaydari itu.”
Sagar membawa Supriya ke kamar kerja Pulkit, “ini kak kantor Pulkit. Dia menyebutnya Souton.” Supriya tersenyum. Sagar menjelaskan, “ini adalah cintanya, gaorahnya dan ambisinya. Dia terus berpikir bagaimana cara memperluasnya. Aku yakin hal ini yang telah mengganggunya saat ini. Itu sebabnya dia pergi tanpa sarapan. AKu bisa bersumpah jika kau mau, aku tahu dia tidak akan melirik gadis lain sekarang. Kau adalah hidupnya…” Supriya terharu mendengar kata-kata Sagar. Sagar melanjutkan, “aku bis amemberitahumu kalau kak pulkit mengambil banyak waktu untuk mengungkapkan isi hatinya. jadi kau harus berusaha keras untuk meletakan dirimu sendiri dalam hatinya..”
Gangaa menasehati Pulkit agar tidak terlalu memikirkan kata-kata Niru, “tuan mungkin hanya berkata saja.” Pulkit menyangkal, “papa tidak punya harapan padaku. Aku mengerti perbedaannya.” Gangaa mengatakan kalau sekarang Pulkit harus membuktikan pada semua orang kalau dia tidak membutuhkan dukungan siapapun, speri apa yang sedang di lakukannya saat ini. Pulkit menyuruh Gangaa memboceng lagi, “aku akan mengantarku sampai kampus.” gangaa enolak, “tidak usah, kampusku sudah dekat. AKu bisa jalan kaki. Jangan berpikir sambil menyetir.” Pulkit mengangguk. Pulkit hendak membelokkan motornya ketika sebuah mobil menabraknya. Pulkit terjatuh. Gangaa menghambur kearahnya dengan cemas, “kau baik-baik saja?” Mereka berdua lalau menegakkan motoritu. Gangaa benar-benar cemas, “sudah ku bilang hati-hati, bagaimana jika terjadi seuatu padamu?” Pulkit mengusap airmata Gangaa, “relax, tidak terjadi apapun padaku.” Gangaa menyuruh Pulkit memikirkan keluarganya. Pulkit memeluk gangaa untuk menghiburnya. Yash merekam semua itu sambil menyerigai licik, “di hari valentin seperti ini, sangat mengejutkan melihat abang dan adik berpelukan di tempat terpencil. Orang pasti akan menduga yang tidak-tidak. Tunggulah dan lihatlah Gangaa, bagaimana aku akan menghancurkan harga dirimu sekarang!”
Janvi memberi uang lebih atas kerja keras yash yang menakjubkan. Sagar datang sambil memanggil Janvi. Yash cepat-cepat sembunyi di belakang tempat tidur. Sagar menjatuhkan coklat. Dia memunggut coklat itu tapi tidak melihat Yash. Sagar lalau keluar karena madhvi memanggilnya. Yash keluar dari persembuyianya sambil mengambil kameranya yang jatuh. Janvi ingin mengadakan pesta nanti malam. Dia ingin Yash merekam komentar anggota keluarga tentang cinta dan hubungan, “kita akan meletakkan video itu di antaranya.” Yash setuju asal di beri uang lagi. Janvi tidak keberatan, “malam ini aku akan mengucapkan selamat jalan pada Gangaa!”
Gangaa menemukan bunga mawar yang sudah mengering di lipatan bukunya, “aku selalu berpikir bahwa suatu hari Sagar akan memberiku mawar secantik ini. Kau ada di london karena itu aku memberikan mawar ini sebagai hadiah untuk diriku sendiri. Sekarang aku tida bisa berharap apapun darimu. Kau tak mencintaiku, lalu mengapa kau mau memberikan hadiah padaku?” Gangaa menengar seorang wanita tua meminta uang. Gangaa menberinya uang. Wanita tua itu memberkati gangaa. Mawar itu jatuh dari tangan gangaa. Gangaa menunduk hendak mengambil bunga itu ketika beberapa orang anak menabrak tangannya. Penjual bunga menasehati gangaa agar memberi bunga yang masih segar dan harum. Gangaa berpikir kalau penjual bunga itu benar, “mengapa terus berpegang pada hubungan yang telah lemah dan kehilangan aromanya? Sagar benar. Aku harus melanjutkanhidupku.” Gangaa meninggalkan mawar kering itu di pot terdekat, “aku tidak akan membiarkan mimpi dan keinginanku menjadi rantai yang mengikat kakiku!”
Madhvi membantu mengemas pakaian Niru dalam sebuah tas. Dia memberi tahu di mana dia menyimpan barang-barangnya agar bisa di temukan dengan mudah. Niru menjawab kalau dirinya dengan membabi buta bisa tahu apa yang madhvi simpan dan di mana letaknya. Janvi datang sambil membawa chocolat. janvi menyororkan chocolat itu pada Niru, “paman seharusnya mentraktir bibi dengan Choklat di hari valentine.” Janvi menolak untuk pergi sampai Niru menyuapi Madhvi Choklat. Nirupun melakukannya.
Janvi meminta izin pada Niru dan Mahdvi untuk mengadakan pesta nanti malam, “kami akan pulang ke london beberapa hari lagi. Mengapa kita tidak bersenang-senang bersama?” Mahdvi setuju. Janvi mengucapkan terima kasih. Yash mengamati semua itu dari luar. Yash meras akalau Janvi sangat cerdas, “dia mendapat lampu hijau untuk menjalankan rencananya dengan segera.” Janvi peri dari kamar Niru.
Mahdvi memuji Janvi di depan Niru, “dia manis sekali.” Niru mengangguk. Niru memberi Mahdvi hadiah, “bukan hanya anak-anak saja. tapi aku juga ingat valentin day.” Niru memasangkan gelang itu ditangan mahdvi, “cinta tidak terikat waktu. Kita tidak terlalu tua.” Mahdvi dengan gembira mengucapkan terima kasih padanya.
Yash memuji Janvi ataa kecerdikannya, “pesonamu memikar semua orang.” Janvi ingin menunggu sampai Niru pergi ke Delhi, “tak seorangpun akan memihak gangaa sekarang. Dia pasti akan di buang keluar dari rumah ini!” Sinopsis Gangaa episode 253 by Meysha Lestari
__Posted on
March 6, 2016
__Categories
Sinopsis Gangaa