Sinopsis Gangaa episode 278 by Meysha lestari

Sinopsis Gangaa episode 278 by Meysha lestari. Gangaa berkata, “ini cukup. Kita dulu juga melakukan hal yang sama ketika kecil.” Gangaa menyimpan uang itu dalam dompet Sagar, “jangan khawatir, kita akan bisa mengelolanya sampai besok.” Sagar mengangguk, “aku juga ingat. Waktu kecil kita punya celengan yang kita pakai bersama..” Keduanya teringat masa kecil mereka…

Kilas balik ~ Sagar mengambil celengannya dan berkata pada Gangaa, “aku akan menyimpan semua uangku agar kau bisa memenuhi impianmu.” Gangaa mengangguk, “aku juga akan membantumu mulai hari ini dan seterusnya.” Mereka berdua pergi bermain, naik becak, atau makan chocolat bersama. Mereka memutuskan untuk memenuhi mimpi mereka dengan cara itu… Kilas balik berakhir.

Gangaa duduk dengan mata berlinang. Sagar mengajaknya keluar untuk membeli Gujiya dan Jalebis. Kata Sagar, “ini holi pertama yang kita rayakan dengan uang kita sendiri. Kau boleh makan manisan sekarang. Kau layak mendapatkan semua kebahaggiaan di dunia . Aku berjanji untuk memberikan semua itu padamu.” Sagar menyuapi Gangaa jalebis. Dia sangat tersentuh. Sagar mengusap airmatanya. Gangaa balik menyuapi Sagar jelebis. Mereka melihat ada Holika di dekat mereka. Mereka pergi kesana dan saling mengucapkan selamat satu sama lain.

Sambil memasak, Maharaj menangis. Dia mengusap airmatanya. Mehri berkata, “Holi seperti ini belum pernah di rayakan di rumah ini sebelumnya. Semua ini terjadi karena gangaa. Dia tidak akan bahagia dengan menyakiti begitu banyak orang.” Maharaj menegur Mehri, “jangan mengutuk gadis itu. Kesalahan apa yang dia lakukan padamu?” Mehri balik bertanya, “apakah kau juga sudah hilang akal? mengapa kau masih membelanya?” Maharaj mengingatkan betapa Gangaa sangat menyukai mereka, “dia pantas untuk berbahagia. Mencintai seseorang bukanlah kesalahan. Hal salah apa yang dia lakukan?” Mehri menjawab, “kesalahannya… seseorang seharusnya bermimpi dalam batas-batasnya.” Maharaj menyerah, “kau ini wanita, tapi kau bahkan tidak mengerti perasaan wanita.”

Seorang wanita pergi ke rumah Chaturvedi untuk mengundang Madhvi dan Supriya merayakan Holi. Mahdvi menerima undangannya, dia menyuruh Maharaj memberitahu Supriya, “kita harus tetap melakukan puja meski rumah ini berada dalam kegelapan.” Maharaj mengangguk.

Mahdvi dan Supriya melakukan puja bersama para wanita itu. Mereka membicarakan kegembiraan dalam rumah Chaturvedi karena Holi kali ini mereka sudah punya menantu, Supriya. Mereka bertanya, “lalu di mana anak-anak mu? Kami mendengar pertunangan Sagar.” Mereka bicara tentang Sagar yang banyak menghabiskan waktu bersama Gangaa “tidak baik kalau anak muda selalu menghabiskan waktu bersama.” Madhvi menjawab, “mereka teman baik.” Para wanita itu mengkhawatirkan hal yang sama, “tapi mereka masih muda. Kesalahan apapun bisa terjadi kapan saja.”

Madhvi tidak tahan mendengar pembicaraan para wanita itu, dia permisi kedalam sebentar dengan alasan akan memberikan obat untuk nenek. Padahal sebenarnya dia merasa terganggu dengan perkataan mereka. Batin Madhvi, “kami tidak pernah mencampuri hidup orang lain hingga saat ini tapi mereka tetap saja menunjukan hidungnya di rumah kami!” Supriya memanggil Madhvi memintanya untuk datang.

Niru memikirkan semua yang telah terjadi di rumahnya. Dia terluka oleh kata-kata mereka, “Sagar boleh bersikap kasar atau berteriak padaku, tapi aku tidak bisa menerima keinginannya yang tidak logis ini.”

Pulkit meminta uang pada Madhvi, “aku telah menggadaikan perhiasan Supriya untuk bisnisku. AKu sedang dalam masalah. Coba lihat kalau ibu mungkin…” Niru mendengar itu dan menjadi marah, “kau tidak bertanya pada kami sebelum menggadaikan perhiasan menantu rumah ini. Apa yang sudah terjadi di rumah ini? Apakah kalian berdua sudah tidak punya malu?”

Mahdvi menenangkan Niru, “jangan marah. Pulkit hanya membagi masalahnya pada kita.” Niru kembali memarahi dan mengejek Pulkit atas semua kegilaannya, “sudah kubilang jangan melakukan semua bisnis tak berguna ini. Tapi kau tidak mengindahkan aku.” Pulkit membalas, “ini bukan kegilaan. Ayah adalah alasan mengapa aku melakukan ini. Ayah ingin semua orang bergerak seperti yang kau inginkan. Orang yang mendengarkan dirimu bagus kalau tidak kebalikannya maka dia adalah pecundang yang sempurna. Ayah tidak pernah memotivasi aku. Ayah selalu menjatuhkan moralku dan mengejekku. Ayah juga melakukan hal yang sama dengan Sagar.” Madhvi menyuruh Pulkit diam.

Tapi Pulkit tidak mau diam, dia menambahkan, “ini apa yang di katakan Sagar. Ayah munafik! Munafik terbesar! Aku tidak mau belas kasihan siapapun. Aku akan menanggani semuanya sendiri.” Pulkit lalu pergi dari hadapan Niru dengan marah. Niru dan Madhvi terkejut di perlakukan begitu oleh anak-anaknya. Niru bertanya-tanya apakah anak-anaknya menghormati ayah mereka atau tidak. Mahdvi juga tidak percaya kedua putranya bisa berubah begitu banyak.

Prabha mencari Yash. Yash menepuk bahunya dan membawanya ke sudut. DIa kesal karena harus tidaur di jalanan karena Gangaa dan Sagar, “kapan mereka pergi?” Prabha berkata agar Yash bertahan sampai besok, Keluarga Chaturvedi itu harus menanggung banyak masalah karena mereka anakku harus menanggung derita.” Ratan datang dan memberitahu mereka kalau dirinya tidak akan mengampuni anak-anak kakaknya sekarang, “bahkan jika aku harus mati dalam prosesnya.”

Hp Ratan berbunyi, Pulkit yang menelpon. Dia memberitahu Ratan kalau dirinya bertengkar dengan ayahnya dan pergi meninggalkan rumah, “aku ada di rumah Neeraj.” Ratan setuju untuk datang kesana, “kau bisa mengatakan apapun padaku nanti.” Ratan meminta Prabha mengurus Sagar dan Gangaa, “pekerjaan untuk Pulkit telah selesai.”

Maharaj memberitahu Madhvi kalau Supriya membuat manisan untuk Holi, “katakan pada kami apa ada hal lain yang harus di kerjakan?” Madhvi terlihat sedih, “Pulkit pergi dari rumah, Sagar juga tidak ada di sini…” Niru tidak masalah, “ini adalah holi pertama Supriya di rumah ini. Mengapa dia harus menderita karena ulah anak-anak kita?” Niru memberitahu Maharaj untuk membawa warna Holi, “kita akan merayakannya.” Maharaj mengangguk.

Gangaa terkenang Holi di rumah Chaturvedi, “nyonya biasa membuat Gujiya untukmu dengan penuh cinta. Kau juga selalu mengganggu nenek agar memberikan apa yang kau suka, sebelum kau pergi untuk Holi. Tuan selalu membawa warna kerumah. Dan kau selalu yang paling pertama mewarnai wajah nyonya sebelum orang lain..”

Sagar berkata, “semuanya telah berubah sekarang. Dulu aku berpikir keluargaku sangat mencintai aku. Hari ini aku sadar kalau cinta itu datang dengan keegoisan. Mereka telah memeras kita secara mental.” Gangaa menyangkal, “tidak seperti itu. Tidak ada syarat untuk mencintaimu di mata orang tuamu. Mereka hanya tidak bisa menerima aku.”

Mahdvi menanyai Niru, “keluarga kita sedang terpecah dan kau perduli dengan Holi?” Niru mejawab, “tidak ada yang pecah. Pulkit terbiasa melakukan ini. Sagar sedang kehilangan akalnya. Dia kan kembali kejalannya begitu dia berhadapan dengan kenyataan. Aku tidak bisa merusak hidupnya dengan membungkuk pada kekeras kepalaannya. Dia mungkin akan kembali besok. Tak ada yang akan berubah. Semua baik-baik saja. Buat persiapan untuk Holi.”

Prabha meminta Sagar agar memberi waktu pada orang tuanya, “ini keputusan yang sulit untuk mereka. Tak ada orang tua yang marah pada anaknya untuk waktu yang lama. AKu yakin mereka akan menyerah dan menerima Gangaa.”

Sagar menyahut, “aku tahu ayahku dengan baik. Jika dia mengambil keputusan atas sesuatu, maka dia akan mempertahankannya. Dia tidak akan pernah menerima Gangaa.”

Gangaa berkata, “tuan dan nyonya telah memiliki banyak impian untuk putranya. Mereka pasti akan merasa buruk.” Sagar melarang Gangaa mengatakan apapun, “aku akan memastikan bahwa kau mendapatkan hak mu!” Sinopsis Gangaa episode 279 by meysha lestari.

PREV      NEXT

__Posted on
March 23, 2016
__Categories
Sinopsis Gangaa