Teman dalam Diam

Friend in Silence. Aku menganggapnya begitu. Dan ku tekankan dalam hati bahwa itulah yang terbaik untukku. Jujur, terkadang aku merindukannya. Jika itu terjadi, aku akan memuaskan kerinduanku dengan mengenang kenangan saat bersama.

Rindu tidak harus bertemu kan?
Sayang tidak harus selalu bersua juga kan?

Ketika aku menyadari bahwa aku bukan ‘orang baik’, aku pun menjauhi teman-teman yang kusayang. Karena aku tidak ingin ‘ketidakbaikanku’ menjadi bebannya.

Lalu aku menjalani hidupku dengan caraku, sesuai yang kuinginkan. Cukup sudah segala kepura-puraan yang kupamerkan selama ini. Tekadku satu. Harus membuka topengku. Jadi diriku sendiri, untuk diriku sendiri. Aku tidak perlu menjadi apapun untuk orang lain. Toh kebahagiaan ku tidak tergantung padaku dan kebahagiaanku tidak bergantung pada mereka.

Dan temanku ini, dia adalah segalanya bagiku. Dulu aku sering tidur di rumahnya dan makan masakannya. Aku sudah lupa bagaimana rasanya. Tapi aku ingat semua kebaikannya. Meski aku sering mengusilinya, menyakitinya, membuat dia marah, kesal, ngambek… namun semuanya. Tidak bertahan lama. Di akhir hari, dia masih mau membuka hatinya, untuk ku. Itulah baiknya dia 🙂

Ada yang kurindukan, ada yang kusesali. Intropesksi diri sudah jadi nama tengah ku kini.

Tiap hari kerjaku adalah intropeksi. Ada banyak ‘Mengapa’, ada banyak ‘seharusnya’. Tapi yang tidak seharusnya terjadi sudah pun terjadi. Tapi aku berusaha untuk selalu mengingatnya, agar aku tidak melakukan kesalahan yang serupa.

Teman, Tidak ada perjalanan hidup yang sempurna. Selalu ada saja kesalahan yang dibuat. Hal yang pernah di lakukan yang seharusnya tidak dilakukan. Tidak ada gunanya rasa selal. Karena apa yang terjadi tidak mungkin dianulir lagi.

Aku sudah berhenti memikirkan apa yang akan dipikirkan orang tentangku. Aku sudah tidak perduli. Hanya kenangan yang tetap setia hadir untuk mengingatkan, bahwa ada banyak hal yang sudah terjadi.

Jadi teman, percayalah, meski aku tidak pernah menyapa dan hadir didepanmu, tapi doa selalu kupanjatkan untukmu, untuk keluargamu. Berbahagialah selalu. Karena melihatmu bahagia, aku ikut gembira…

Meski aku tak bisa menjangkau mu, doa ku selalu ada untuk mu

Read more