Kematian itu FIX! Tidak bisa di ANULIR by Ismed Hafiy

MayZulaikha yang sedang galau memikirkan kematian bertanya, “mungkinkah bisa hidup lagi setelah mati? Bereinkarnasi? Migrasi dari satu tubuh ke tubuh yang lain?”

Perihal seperti diatas, pernah juga saya dengar dari salah satu teman yang menekuni dunia tasawuf. Hanya saja dia bukan pertanya. Tapi memberi pernyataan. Katanya, “Kematian itu Fix, med. Tak bisa dianulir. Jika sudah tiba ajalnya, siapapun pasti mati.” Mati yang dimaksudnya oleh teman saya di sini adalah matinya raga. Manusia dianggap mati jika secara medis, tubuh sudah bisa melakukan metabolisme lagi. Semua sistem organ shut down secara bersamaan. Ketika tubuh berhenti bermetabolisme, maka mau tidak mau seutas nyawa yang terikat padanya akan lepas. Lepasnya nyawa dari badan itulah yang menjadi akhir kehidupan seseorang.

Di BICARA RASA, saya pernah membahas bahwa secara umum manusia itu terbentuk dari 3 unsur. Yaitu raga, Nyawa dan jiwa. Ketika raga mati, nyawa akan kembali kehadirat Ilahi, tapi jiwa bisa saja masih tertinggal dibumi oleh sebab satu atau 2 alasan.

Manusia mati husnul hotimah jika nyawa dan jiwa atau sukma keluar bersamaan saat ajal menjempul. Tapi ketika jiwa lepas terlebih dahulu sebelum merenggang nyawa, maka kemungkinan besar jiwa itu masih tertinggal di dunia. Terdampar dan ketakutan. Jiwa yang tertinggal ini akan berusaha untuk bersatu kembali entah dengan nyawa atau dengan raga. Karena sudah jauh dari jangkauan, maka kemungkinan yang tersisa adalah mencari raga lain yang bisa ditempati atau gentayangan.

Menemukan raga lain bagi jiwa orang yang sudah mati sangat kecil kemungkinannya. Kalau pun bisa, pasti cuma sementara yaitu dengan cara menyusupi. Yang biasa kita kenal dengan istilah kesurupan. Tapi bagi jiwa orang yang masih hidup kemungkinannya besar. Kenapa bisa begitu?

Karena…..

Jawaban untuk pertanyaan itu butuh penjelasan dan penjabaran yang panjang. Mungkin akan lebih baik kalau saya jelaskan secara lisan saja, di Bicararasa1001. Kelak jika ada kesempatan.

Untuk pertanyaan MayZulaikha diatas, jawabannya adalah tidak bisa. Karena kematian itu Fix. Tidak bisa dianulir. Kalaupun ada yang diduga hidup lagi, itu adalah sebuah proses penyusupan. Jika Anda berkesempatan membaca buku “Petaka Padang Mahsyar” Anda akan tahu betapa mengerikannya sebuah kematian yang tidak husnul khotimah. (ismedhfiy)

Read more